PORTALBANTEN - Di atas panggung, Akhadi Wira Satriaji atau dikenal Kaka, vokalis band rock kenamaan Slank identik kerap tampil bertelanjang dada. Bukan hanya keenerjikannya, ada satu hal menarik yang tampaknya ingin ditunjukkan Kaka.
Pada tubuhnya, terpampang sejumlah tato yang memiliki makna penting bagi diri penyanyi kelahiran Jakarta ini. Bahkan, seperti sebuah akte kelahiran.
Tato SKA, Soleil, Schatzi, dan wajah seorang bayi yang terpatri di bagian dada merupakan bagian hidup dari seorang Kaka. SKA diambil dari nama putra semata wayangnya, Chaska Satriaji, kemudian Soleil diambil dari nama putri sulungnya, lalu wajah bayi merupakan potret dari putri bungsunya.
"Itu lebih kayak akte, kayak dapat kado dari Tuhan aku kadoinnya di badan," ungkapnya, saat dihubungi CNNIndonesia di sela-sela waktu tur bersama Slank, baru-baru ini.
Meski menyandang titel sebagai vokalis band rock kenamaan Indonesia, Kaka memang begitu memegang teguh peranannya dalam keluarga. Bukan hanya membuktikan cinta lewat tinta abadi yang tertoreh di tubuh, tetapi padatnya jadwal tur keliling kota bersama Slank pun selalu disesuaikan agar tak mengganggu waktunya dengan keluarga.
Selagi rehat, ia pun memprioritaskan tugas sepenuhnya sebagai ayah termasuk untuk antar-jemput buah hatinya sekolah. Itu diakui Kaka dilakukan demi anak-anaknya tak merasa kehilangan sosok ayah, seperti yang ia alami sejak kecil.
"Dulu ibu meninggal pas aku masih kelas 2 SD. Karena empat bersaudara, bapak titip ke tante-tanteku dari keluarga almarhum ibu. Dua di Jakarta, dua di Surabaya, sudah begitu yang di Jakarta dipisah lagi," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kesempatannya bertemu sang ayah hanya di akhir pekan. Namun momen itu pun tak rutin ia dapatkan.
Saat telah tumbuh dewasa bahkan menjadi seorang ayah, pria kelahiran Jakarta ini mengaku bahwa ia kekurangan sosok yang memberinya contoh. Ia tak memiliki sosok yang dapat dijadikannya panutan.