PORTALBANTEN -- Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI) akhirnya memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan oleh musisi senior Ari Lasso. Insiden ini bermula pada 28 Juli 2025, ketika WAMI secara tidak sengaja mengirimkan laporan royalti yang seharusnya ditujukan kepada musisi lain, Mutholah Rizal Affandi, ke alamat email Ari Lasso.
Dalam surat resmi yang dikeluarkan (nomor WAMI/CC/2025/07/0021), WAMI mengakui bahwa kesalahan tersebut merupakan akibat dari human error dalam penggabungan alamat email dan lampiran. Ari Lasso, melalui akun Instagram-nya, mengungkapkan bahwa ia adalah sosok yang terbuka untuk klarifikasi dan mengapresiasi permintaan maaf yang disampaikan oleh WAMI, termasuk tangkapan layar percakapan dari Adi Adrian, President Director WAMI.
"Terima kasih atas respons dijapri maupun katanya di IG. Namun masalah tata kelola ini masih jauh dari selesai. Mungkin untuk kasus ini, dianggap hanya kesalahan teknis kecil oleh WAMI. Tapi intinya bukan itu," kata Ari Lasso.
Lebih lanjut, mantan vokalis Dewa 19 ini menyoroti kesalahan data yang terjadi, menegaskan bahwa alamat emailnya tidak pernah berubah selama bertahun-tahun.
"Saya orang yang fair. Meski ada kesan yang salah ko malah saya karena data email saya beda. Lah nama email saya ya AriLasso sudah berapa tahun nggak berubah. Emangnya saya Gen Z nama arilasso emailnya anaksenja.tikus," jelasnya.
Ari Lasso juga mengungkapkan kesulitan dalam menemukan komentar dari Adi Adrian dan WAMI terkait tanggapannya. "@wami.id mengirim surat resmi kemudian permohonan maaf juga bukti screen capture bahwa mereka dan Mas Adi @adiadrian22 sudah berkomentar. Tapi saya ini anak sosmed banget. Mata saya sampe bloloken panas nyari ko nggak ada?" sambungnya.
Di akhir pernyataannya, Ari Lasso mengajak WAMI dan rekan-rekan musisi untuk duduk bersama dan membahas masalah ini secara terbuka. Ia juga menyindir perihal perhitungan royalti yang diterima, yang menurutnya tidak sebanding dengan jumlah pemutaran lagu yang mencapai puluhan juta.
"Yuk temen-temen musisi (tapi sohib-sohibku ngilang kabeh) dan WAMI perlu duduk bersama. Minimal @wami.id menjelaskan, pake rumus trigonometri, aljabar, diferensial, atau rumus mekanika kuantum sehingga dari puluhan juta cuma menetes Rp760 ribu," ujarnya.*