PORTAL BANTEN - Dalam sebuah pengawasan yang dilakukan oleh Satgas Pangan Polri, terungkap bahwa ada 13 merek beras oplosan yang beredar di pasaran, mulai dari minimarket hingga pusat perbelanjaan. Temuan ini mencuat setelah dilakukan pemeriksaan di berbagai pasar besar di 10 provinsi, yang menargetkan kategori beras premium dan medium.

Hasilnya sangat mencengangkan. Dari 136 merek beras premium yang diuji, sekitar 85,56 persen tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Lebih parah lagi, 59,78 persen dari merek tersebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), dan 21 persen tidak sesuai dengan takaran berat yang seharusnya. Banyak kemasan beras lima kilogram yang ternyata hanya berisi empat kilogram.

Beberapa merek beras yang dipasarkan antara lain:

1. Sania produksi Wilmar Group
2. Sovia produksi Wilmar Group
3. Fortune produksi Wilmar Group
4. Siip produksi Wilmar Group.
5. Beras Premium Setra Ramos produksi Food Station Tjipinang Jaya.
6. Beras Pulen Wangi Food Station produksi Food Station Tjipinang Jaya

7.  Ramos Premium produksi Food Station Tjipinang Jaya.


8. Food Station produksi Food Station Tjipinang Jaya.
9. Setra Pulen produksi Food Station Tjipinang Jaya.
10. Setra Ramos produksi Food Station Tjipinang Jaya.
11. Raja Platinum produksi PT Belitang Panen Raya
12. Raja Ultima produksi PT Belitang Panen Raya,
13. Ayana produksi PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Situasi ini semakin mengkhawatirkan ketika beras medium juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Dari 76 merek yang diuji, 88 persen tidak memenuhi standar mutu, 95 persen melampaui HET, dan 10 persen tidak sesuai takaran. Temuan ini mengindikasikan adanya pelanggaran serius dalam kualitas dan takaran produk yang beredar di masyarakat.

“Kami menemukan dugaan pelanggaran mutu dan takaran dalam produk yang beredar di pasaran,” ungkap pihak Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri. Penemuan ini menjadi peringatan bagi konsumen untuk lebih berhati-hati dalam memilih beras yang akan dibeli.

Dengan maraknya harga sembako yang tinggi, penting bagi masyarakat untuk tidak terjebak dalam tawaran harga murah yang bisa jadi merupakan produk oplosan. Selalu periksa kualitas dan kemasan sebelum membeli beras.*