PORTAL BANTEN - Musik, yang dahulu identik dengan dominasi pria, kini semakin diramaikan oleh talenta-talenta perempuan. Di balik gemuruh drum, enam perempuan Indonesia ini membuktikan bahwa kekuatan dan musikalitas tak mengenal batasan gender. Mereka adalah para penentu tempo, penggebuk semangat, dan inspirasi bagi generasi penerus.

1. Susy Nander (Dara Puspita)

Nama Susy Nander begitu melekat dengan grup musik legendaris Dara Puspita. Perempuan bernama lengkap Sioe Tjuan ini dianggap sebagai pionir drummer perempuan di era 60-an Indonesia. Dara Puspita, band asal Surabaya, Jawa Timur, yang beranggotakan Titiek Hamzah (bass dan vokal; 1966-1972), Titiek Adji Rachman (gitar melodi; 1964-1972), Lies Soetisnowati Adji Rachman (bass; 1964-1972), Susy Nander (drum; 1964-1972) dan Ani Kusuma (gitar pengiring/ritme; 1964) ini telah menelurkan album-album hits seperti Jang Pertama, A Go Go dan Green Green Grass of Home.

2. Adisty (SHE)

Adisty Sofia Anggia pernah menjadi bagian dari grup musik Sound and Harmony Eclectic (SHE). Band yang sempat populer dengan lagu-lagu seperti Slown Down Baby, Selingkuh Sekali Saja, Apalah Arti Cinta, Jomblowati dan Bukan Untuk Sembarang Hati ini, kini tengah hiatus.

3. Titi Rajo Bintang

Titi Handayani Rajo Bintang dikenal sebagai drummer perempuan yang independen. Ia bahkan menempuh pendidikan formal di Institut Musik Daya Indonesia, Jakarta, mengambil jurusan drum. Setelah lulus, drummer berusia 37 tahun ini tampil di Jakarta International Java Jazz Festival pada tahun 2009. Selain bermusik, Titi juga berprofesi sebagai guru musik di Institut Musik Daya Indonesia.

Selain musik, Titi juga merambah dunia perfilman dan meraih banyak prestasi. Ia memenangkan penghargaan Pendatang Baru Wanita Terbaik dalam Indonesian Movie Awards 2008 (Mereka Bilang, Saya Monyet!) dan Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Indonesia Movie Awards 2011 (Minggu Pagi di Victoria Park).

Titi juga mendapatkan piala untuk Penata Musik Terpuji dalam Festival Film Bandung 2011 (Tanah Air Beta), Penata Musik Terpuji dalam Festival Film Bandung 2010 (Sang Pemimpi), serta Piala Citra untuk Penata Musik Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2009 (Garuda di Dadaku dan King).