PORTALBANTEN -- Dalam sebuah acara yang menarik perhatian, Alma Wiranta, Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, diundang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Ibn Khaldun Bogor untuk menjadi pembicara tunggal dalam kegiatan Politics Talks pada Selasa, 11 November 2025.
Acara yang bertajuk FGD ini berhasil menarik minat mahasiswa dan akademisi hukum UIKA, saat Alma menyampaikan materi berjudul "Berpikir Kritis Dalam Konteks Rule of Law". Dengan penuh semangat, ia mengajak para peserta untuk merenungkan pentingnya berpikir kritis dalam memahami politik hukum yang ada saat ini.
"Rule of law bukan hanya sekadar penegakan hukum, tetapi juga mencakup keadilan dan kesetaraan," kata Alma. Ia menekankan bahwa hukum sering kali tampak 'tertidur', namun tetap ada dan perlu dipikirkan secara kritis dalam konteks regulasi yang berlaku.
Lebih lanjut, Alma membahas asas dan teori pembentukan regulasi, menekankan bahwa hukum harus dipahami dalam kerangka sosial dan politik.
"Berpikir kritis politik hukum adalah kunci untuk memahami hukum dan keadilan. Kita harus selalu mempertanyakan dan menganalisis hukum yang diterapkan, apakah sudah ideal, bukan hanya menerimanya secara pasif," ungkapnya.

Acara Politics Talks ini merupakan salah satu inisiatif BEM Fakultas Hukum UIKA Bogor untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai kondisi nasional dan daerah, serta pentingnya berpikir kritis dalam konteks hukum dan politik. FH UIKA Bogor sendiri berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang berbasis riset hukum keislaman dan teknologi, dengan visi untuk bersaing secara global pada tahun 2040.
"Pengalaman yang saya dapatkan selama bertugas di Kejaksaan dan saat ini di Pemkot Bogor dapat dianalisis. Dengan berpikir konstruktif dan inovatif, mahasiswa hukum dapat menyaksikan penegakan hukum dan berimprovisasi dengan adanya UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, apakah berkeadilan, berkepastian hukum, bermanfaat, atau justru membawa perspektif lain," tutup Alma Wiranta, disambut antusias oleh mahasiswa yang hadir. (Abah Tataros)