PORTALBANTEN - Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, semakin banyak perempuan muda yang berani menantang arus dan mengambil posisi strategis dalam industri yang selama ini didominasi oleh kaum pria. Salah satu sosok yang mencuat dalam arus tersebut adalah Aninggelldivita Chintysihasananda, seorang pengusaha muda kelahiran 2003 asal Cirebon.
Aninggel memimpin perusahaannya, PT Danakirti Media Groups, yang membawahi dua media digital independen: ex-pose.net dan wartabelanegara.com. Di usia yang baru dua dekade lebih sedikit, ia tidak hanya menjalankan bisnis media, tetapi juga menjadi pengambil keputusan utama sebagai komisaris utama. Di balik nama yang unik dan perjalanan karier yang terbilang singkat, ada kisah keberanian seorang perempuan muda yang memilih terjun ke ranah digital, bukan sebagai pengikut tren, tetapi sebagai pembentuknya.
Pendidikan Aninggel di bidang komunikasi dan hukum berjalan beriringan dengan pengalamannya di lapangan. Ia membuktikan bahwa perempuan muda bisa menguasai tidak hanya sisi kreatif media, tetapi juga aspek legalitas dan bisnis yang kompleks. Pendekatan multidisipliner ini menjadi salah satu kunci kekuatannya dalam menjalankan perusahaan media yang tahan banting di tengah kompetisi dan disrupsi digital.
Pengalaman berharga juga ia raih ketika menjadi peserta termuda dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Dewan Pers. Keikutsertaan itu memperkuat integritasnya sebagai pemimpin media yang memahami tanggung jawab jurnalistik. Tak heran, ia pun terdaftar sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan terus aktif dalam berbagai kegiatan penguatan profesi jurnalis muda.
Keberhasilannya meraih penghargaan “Wanita Termuda Inspiratif 2024” dari Seven Media Asia menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja kerasnya di bidang media digital. Namun bagi Aninggel, penghargaan hanyalah hasil dari proses panjang yang diisi oleh kerja senyap, kegigihan, dan kesediaan untuk terus belajar.
Sebagai perempuan, Aninggel kerap membawa isu-isu keberagaman, perempuan, dan generasi muda dalam narasi-narasi media yang ia bangun. Ia percaya bahwa media digital hari ini harus lebih inklusif dan berani menyuarakan realitas dari berbagai sudut pandang, terutama dari mereka yang jarang mendapat ruang.
Tak hanya aktif dalam industri, ia juga sering menjadi pembicara dalam diskusi publik yang mengangkat tema kebebasan pers, transparansi informasi, hingga peran perempuan dalam dunia digital. Salah satu kegiatan penting yang ia gagas adalah forum terbuka di Bogor yang menghadirkan tokoh nasional, termasuk mantan Ketua KPK Bambang Widjojanto.
Di luar dunia media, Aninggel juga memiliki ketertarikan besar pada kegiatan outdoor seperti menembak dan menyelam. Baginya, jiwa petualang bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari semangat untuk terus menjelajah peluang dan menembus batasan.
Aninggelldivita Chintysihasananda adalah wajah baru perempuan muda di bisnis digital Indonesia, berani, cerdas, dan progresif. Lewat dedikasi dan inovasinya, ia membuka jalan bagi lebih banyak perempuan muda untuk tidak hanya hadir di dunia digital, tapi juga memimpin dan mengubahnya.*