PORTAL BANTEN - Di usia yang ke-80 tahun, Indonesia kembali menegaskan identitasnya sebagai bangsa yang besar dan berdaulat. Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia kali ini, harapan baru muncul, terutama bagi generasi muda, untuk menjadi pelopor dalam menjaga semangat nasionalisme dan membangun masa depan bangsa.

Tema HUT ke-80 RI, "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", mencerminkan perjalanan panjang bangsa yang berlandaskan persatuan. Namun, pengamat sosial Ari Sumarto Taslim menekankan bahwa masa depan tema ini sangat bergantung pada peran anak muda.

"Usia ke-80 bangsa ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga merupakan momentum transisi harapan dari generasi sebelumnya kepada generasi penerus. Anak muda adalah kunci untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup," ungkap Ari, dalam keterangannya, Rabu (6/8).

Menurutnya, generasi muda saat ini berada di era yang sangat berbeda dibandingkan dengan masa awal kemerdekaan. Mereka dihadapkan pada tantangan baru, seperti digitalisasi, keterbukaan informasi, dan arus globalisasi yang cepat. Bukan hanya kompetensi yang menjadi fokus, tetapi juga identitas dan komitmen terhadap tanah air.

"Semangat nasionalisme harus ditanamkan dengan cara yang relevan dengan zaman mereka. Ini bukan hanya tentang menghafal sejarah, tetapi juga tentang pengalaman langsung dalam membangun lingkungan, menjaga keberagaman, dan berinovasi untuk bangsa," tambahnya.

Ari juga menekankan pentingnya mewujudkan semangat berdaulat dan sejahtera dalam tindakan nyata. Ia berharap anak muda dapat mandiri secara ekonomi, aktif dalam komunitas, peduli lingkungan, dan menciptakan solusi lokal melalui kreativitas teknologi.

"Bersatu dan berdaulat bukan sekadar slogan. Ini bisa dimulai dengan keberanian anak-anak muda untuk menolak hoaks, melawan intoleransi, dan memperkuat solidaritas lintas budaya dan agama," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Maju tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada negara. Generasi muda harus berperan aktif dalam menjaga demokrasi, menyuarakan keadilan sosial, dan membangun masa depan yang inklusif dan beradab.

"Jangan hanya bangga sebagai generasi digital, tetapi juga harus menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, berakar pada nilai kebangsaan, dan tetap memiliki cita-cita yang membumi untuk bangsanya," pesan Ari.