PORTAL BANTEN – Penggemar setia Liverpool dari Indonesia dan pengamat sepak bola, Ari Sumarto Taslim, memberikan pandangannya yang tajam mengenai rencana PSSI untuk melakukan naturalisasi dua penyerang baru demi memperkuat Timnas Indonesia menjelang Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Ari mengapresiasi langkah PSSI yang dipimpin oleh Erick Thohir, terutama setelah cedera yang dialami striker utama Ole Romeny. Namun, ia menekankan bahwa proses naturalisasi harus dilakukan dengan visi jangka panjang, bukan sekadar solusi instan yang bersifat tambal sulam.

“Saya penggemar Klopp. Di Liverpool, Klopp tidak membangun tim berdasarkan siapa yang sedang cedera, tapi siapa yang bisa jadi bagian dari sistem. Naturalisasi pun seharusnya seperti itu,” kata Ari, Sabtu (19/7/2025).

Menurut Ari, pola naturalisasi yang terkesan reaktif dapat menjadi bumerang dalam upaya membangun timnas yang solid. Ia menegaskan bahwa kehadiran striker asing tidak menjamin peningkatan kualitas serangan jika tidak sejalan dengan karakter permainan timnas.

“PSSI harus belajar dari manajemen klub-klub Eropa. Pemain yang masuk harus sesuai dengan filosofi permainan. Jangan karena striker utama cedera, langsung buru-buru ambil pemain baru. Nanti malah seperti beli pemain di deadline day yang akhirnya tidak nyetel,” jelasnya.

Ari juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kemampuan adaptasi budaya, mentalitas kompetitif, dan keinginan jangka panjang pemain untuk membela Merah Putih dalam proses naturalisasi.

Ia menyambut positif proses naturalisasi striker muda Mauro Zijlstra, yang menurut PSSI akan lebih difokuskan untuk Timnas U-23. Ari berharap Mauro dapat berkembang tanpa tekanan ekspektasi yang berlebihan.

“Mauro masih 20 tahun. Kalau dia dipaksa cepat main di tim senior hanya karena kepepet, takutnya malah hancur kariernya. Biarkan dia bermain di U-23 dulu. Kalau memang bagus, pasti akan naik kelas,” ungkap Ari.

Sebagai penggemar Liverpool, Ari mengingatkan contoh Trent Alexander-Arnold yang diberikan waktu untuk berkembang hingga akhirnya menjadi pilar utama tim.