PORTALBANTEN -- Pemerintah Provinsi Banten baru saja meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkat upaya efektifnya dalam menurunkan ketimpangan kesejahteraan. Penghargaan ini diserahkan pada malam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 yang berlangsung di Jakarta, Senin (1/12), dan trofi tersebut disampaikan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian.

Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan bahwa penurunan ketimpangan kesejahteraan telah menjadi fokus utama sejak awal masa jabatannya.

"Pemerataan antara wilayah perkotaan dan perdesaan adalah prioritas kami," ungkapnya. Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah program pendidikan gratis untuk siswa SMA, SMK, dan SKh swasta, yang telah memberikan manfaat kepada sekitar 65.000 siswa.

Selain itu, Pemprov Banten juga memperkuat infrastruktur desa melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 60 ruas jalan desa telah dibangun, yang diharapkan dapat meningkatkan akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Program ini juga berkontribusi pada perbaikan nilai tukar petani, mengingat banyak ruas jalan yang dibangun berada di jalur pertanian.

Kemendagri memberikan penilaian positif terhadap Banten, yang dinilai berhasil mensinergikan kebijakan pusat dan daerah. Penilaian ini mencakup berbagai aspek, seperti penanggulangan kemiskinan, pengendalian inflasi, akses pendidikan dan kesehatan, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, serta penurunan rasio Gini. Tahun ini, proses penilaian melibatkan 38 provinsi dan 508 daerah di seluruh Indonesia.

Banten pun berhasil masuk dalam daftar daerah berprestasi untuk kategori kapasitas fiskal tinggi. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah pusat juga merencanakan peningkatan alokasi dana untuk penghargaan pada tahun 2026.*