PORTALBANTEN — Malam yang biasa berubah menjadi mimpi buruk bagi RS (55), seorang pengemudi ojek online asal Leuwisadeng. Saat menjelang dini hari Minggu, 4 Mei 2025 lalu, ia menerima pesanan perjalanan dari seorang penumpang yang ternyata berniat jahat. Tak disangka, niat mencari nafkah itu justru menjadi perjalanan terakhirnya.

Peristiwa tragis ini membuka kembali luka lama soal kerentanan pengemudi transportasi daring yang kerap bekerja hingga larut malam tanpa perlindungan maksimal. Si pelaku begal kini ditangkap, RS menjadi korban kebrutalan RK (24), pemuda asal Lampung, yang telah merancang pembunuhan demi satu unit sepeda motor.

RK memesan ojek pada pukul 22.30 WIB dari RS Karyabakti Dramaga dan meminta diantar ke daerah terpencil di Desa Cibeber I, Leuwiliang. Tidak ada indikasi mencurigakan dalam permintaan itu. Namun, di tengah sunyi malam, niat jahat mulai dijalankan.

Begitu sampai di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB, RK mengeluarkan pisau yang telah ia siapkan dan mencoba merampas sepeda motor milik RS. Korban sempat melawan, namun justru membuat pelaku makin brutal. RS ditikam berkali-kali di perut, dada, punggung, hingga wajahnya. Nyawanya tak tertolong.

Tak hanya menghabisi nyawa, RK juga membawa kabur motor, tas, dan ponsel korban. Dalam waktu dua hari, Polres Bogor bersama Polsek Leuwiliang berhasil membekuk RK di sebuah kontrakan di Cemplang, Cibungbulang. Dari penyelidikan terungkap, sepeda motor korban telah dijual ke wilayah Tangerang.

Polisi kini tengah mendalami seluruh rangkaian kejahatan tersebut, termasuk mencari pisau yang digunakan. Barang bukti lain seperti jaket Grab, helm, STNK, hingga celana jeans pelaku telah diamankan.

Wakapolres Bogor, Kompol Rizka Fadhila, memastikan bahwa pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan sejumlah pasal lain terkait pencurian dengan kekerasan. RK kini terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Tragedi ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, tapi juga alarm keras bagi semua pihak, terutama pengemudi ojek daring yang bekerja tanpa jaminan keselamatan. Profesi yang tampak sederhana ini ternyata menyimpan risiko nyawa yang tak kecil semua demi menafkahi keluarga.*