PORTALBANTEN - Bill Gates mengumumkan rencana ambisius: menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya dan menutup Gates Foundation dalam waktu 20 tahun. Pendiri Microsoft itu menyampaikan rencana tersebut lewat blog pribadinya, Kamis kemarin (8/5/2025).

"Orang-orang akan mengatakan banyak hal tentang saya ketika saya meninggal, tetapi saya bertekad bahwa 'dia meninggal dalam keadaan kaya' tidak akan menjadi salah satu dari mereka," tulis Gates. 

"Ada terlalu banyak masalah mendesak yang harus dipecahkan bagi saya untuk mempertahankan sumber daya yang dapat digunakan untuk membantu orang," tulisnya juga.

Dilaporkan, saat ini, kekayaan bersih Gates diperkirakan mencapai 168 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.771 triliun).

Ia telah lama berkomitmen menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan filantropi. Bahkan, ia pernah menulis di media sosial pada Juli 2022 bahwa tujuannya adalah keluar dari daftar orang terkaya dunia.

Kini, Gates menetapkan target jelas. Yayasan Bill & Melinda Gates Foundation akan berhenti beroperasi pada 31 Desember 2045.

Sejak didirikan tahun 2000, yayasan tersebut telah menyalurkan lebih dari 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.650 triliun) untuk program global, termasuk pemberantasan penyakit, penanggulangan kemiskinan, perubahan iklim, hingga peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan. 

Gates memperkirakan yayasan itu masih bisa menyalurkan hingga 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.300 triliun) sampai 2045, tergantung inflasi dan kondisi pasar. 

Anggaran tahunan yayasan itu juga direncanakan naik dari 6 miliar dollar AS (sekitar Rp 99 triliun) menjadi 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 148,5 triliun).