PORTAL BANTEN - Di tengah arus transformasi digital dan perubahan global yang cepat, Indonesia memerlukan pemimpin visioner yang mampu menghadirkan visi jangka panjang dan beradaptasi dengan tantangan yang ada. Budi Djiwandono, sosok yang dikenal luas sebagai Budi Djiwandono, muncul sebagai representasi pemimpin muda yang tidak hanya memiliki pendidikan internasional, tetapi juga pengalaman berharga di berbagai sektor.
Budi lahir di Jakarta pada 25 September 1981, dalam keluarga yang memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi dan politik. Ia adalah putra dari Joseph Sudradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia, dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, yang merupakan kakak dari Presiden Prabowo Subianto.
Pendidikan Budi dimulai di SD Santa Theresia dan SMP Pelita Harapan, sebelum melanjutkan ke Berkshire School di Amerika Serikat. Pengalaman ini membentuk wawasan globalnya sejak dini. Ia kemudian meraih gelar Sarjana dalam bidang Government & International Relations dari Clark University, yang semakin memperkuat pemahamannya terhadap tantangan yang dihadapi Indonesia.
Karier politik Budi dimulai dengan keterlibatannya di organisasi sayap Partai Gerindra, TIDAR, dari tahun 2008 hingga 2016. Ia kemudian menjabat sebagai pengurus Partai Gerindra dan pada tahun 2020, dipercaya menjadi anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, posisi yang masih dipegangnya hingga saat ini.
Perjalanan Budi di dunia legislatif tidak selalu mulus. Pada Pemilu Legislatif 2014, ia mencalonkan diri dari Dapil Kalimantan Timur namun gagal. Namun, pada tahun 2017, ia berhasil masuk ke DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Pada Pemilu Legislatif 2019, Budi berhasil meraih 71.207 suara dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang membawahi bidang pertanian, lingkungan hidup, dan kelautan.
Di posisi strategis ini, Budi aktif dalam merumuskan kebijakan terkait ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan, dua isu penting bagi masa depan Indonesia. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dan dipercaya menjadi Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Transformasi personal Budi juga menarik perhatian publik. Pada 3 Desember 2023, ia memutuskan untuk menjadi mualaf di bawah bimbingan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, yang dihadiri oleh pamannya, Prabowo Subianto.
Setelah menjadi mualaf, Budi menikahi Ludmilla FS pada 29 Desember 2023, yang merupakan sahabatnya selama 25 tahun. Pernikahan ini menjadi sorotan karena Milla adalah cinta pertamanya sejak tahun 1996.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budi sangat peduli terhadap isu ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran pemerintah dan pengalihan dana ke sektor-sektor produktif, terutama pangan. "Sudah lama, keseringan, banyak alokasi anggaran itu tidak produktif, teman-teman. Ini yang mau diselamatkan, ini yang mau dialokasikan kepada sektor-sektor produktif, salah satunya pangan," kata Budi dalam acara Rakernas Pemuda Tani di Jakarta International Convention Center, Jakarta.