PORTAL BANTEN - Center for Budget Analysis (CBA) menemukan indikasi kuat adanya dugaan rekayasa pada tender proyek Penataan Ruang Kerja Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang dengan pagu anggaran senilai Rp15 miliar.

Proyek dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp14,96 miliar ini dimenangkan oleh CV Lentera Lestari dengan nilai kontrak Rp14,70 miliar, namun prosesnya dinilai minim persaingan dan tidak transparan.

Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, mengungkapkan bahwa meskipun terdapat 34 peserta yang mengikuti tender, mekanisme seleksi akhirnya hanya menyisakan satu pemenang tunggal dalam proses evaluasi akhir.

Efisiensi anggaran yang dihasilkan hanya sebesar 1,7 persen dari HPS, sebuah angka yang dinilai sangat tipis dan tidak mencerminkan persaingan harga yang sehat antar penyedia jasa.

"Efisiensi anggaran yang sangat tipis ini menjadi indikator kuat bahwa mekanisme persaingan dalam tender tidak berjalan sebagaimana mestinya," ujar Jajang Nurjaman, Rabu 11/2/2026.

CBA mengidentifikasi sedikitnya enam modus yang diduga digunakan dalam proses ini, termasuk pengondisian paket pekerjaan interior yang dikemas menjadi konstruksi ringan guna memenangkan badan usaha berbentuk CV.

Terdapat pula dugaan persaingan semu di mana 30 peserta digugurkan secara massal tanpa penjelasan rinci, termasuk peserta dengan penawaran terendah sebesar Rp11,96 miliar yang dieliminasi karena alasan administratif.

Syarat dokumen yang tidak relevan seperti kewajiban melampirkan BAST Kedua atau FHO juga menjadi sorotan karena seharusnya dokumen tersebut bersifat pasca-pekerjaan, bukan prasyarat dalam proses tender.

Minimnya persaingan nyata ini menyebabkan potensi kehilangan efisiensi anggaran daerah mencapai Rp2,7 miliar yang seharusnya bisa dihemat jika proses dilaksanakan secara kompetitif, transparan, dan non-diskriminatif.