PORTAL BANTEN - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) baru saja mengumumkan penunjukan Denny Januar Ali, yang lebih dikenal sebagai Denny JA, sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. Penunjukan ini disampaikan oleh Corporate Secretary PHE, Hermansyah Yuliandri Nasroen, yang menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hak prerogatif pemegang saham.

"Pertamina Subholding Upstream tentunya mendukung dan comply pada kebijakan dan keputusan pemegang saham. Diharapkan dengan susunan baru ini dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan profesionalitas, khususnya menjaga ketahanan energi," ungkap Hermansyah dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 10 Juli 2025.

Siapakah sebenarnya Denny JA? Menurut informasi dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Denny adalah lulusan sarjana hukum dari universitas tersebut. Ia melanjutkan pendidikan Master of Public Administration di Pittsburgh University, Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor di Ohio University pada tahun 2001.

Denny dikenal luas sebagai pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tahun 2003, serta beberapa lembaga survei lainnya. Pada tahun 2015, ia mendapatkan penghargaan dari Majalah Time sebagai salah satu dari 30 orang paling berpengaruh di internet. Denny juga diakui sebagai pelopor dalam tradisi survei opini publik di Indonesia.

Selain itu, Denny telah menerima The Legend Award dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Lemprid) atas kontribusinya sebagai konsultan politik yang berhasil memenangkan presiden dalam lima pemilihan presiden berturut-turut.

Namun, perjalanan karier Denny tidak selalu mulus. Pada tahun 2020, ia sempat diisukan meminta jabatan sebagai Komisaris di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Isu tersebut beredar melalui pesan di grup WhatsApp, di mana Denny diduga mengirimkan pesan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan, yang kemudian bocor ke publik.

Menanggapi isu tersebut, Denny mengklarifikasi bahwa kabar itu hanyalah gosip. "Diberitakan, WA-nya ke salah satu menteri bocor. Ia menawarkan diri menjadi komisaris salah satu BUMN. Entah apa yang salah?" kata Denny pada Rabu, 15 Januari 2020.

Ia menambahkan bahwa dirinya sudah terbiasa dengan gosip dan menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan seseorang yang ingin berkontribusi untuk negara melalui posisi di BUMN. "Bukankah itu memang jabatan terbuka yang bisa diisi siapa saja yang kompeten?" ujarnya.

Dengan penunjukan ini, banyak yang berharap Denny JA dapat membawa angin segar bagi Pertamina Hulu Energi dan berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional.*