JAKARTA - Women’s Crisis Center (WCC) Puantara bersama Harakah Majelis Taklim (HMT) berkolaborasi dengan SinemArt, The Big Pictures, dan Tarantella Pictures menggelar preview film Suamiku, Lukaku di Jakarta, Minggu (8/2).

Kegiatan yang disertai diskusi isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik.

Preview film berdurasi 90 menit tersebut menjadi pengantar diskusi bertema “Majelis Taklim Sebagai Pilar Pencegahan dan Penanganan KDRT: Strategi Edukasi Melalui Film Suamiku, Lukaku”.

Sutradara Viva Westi menjelaskan bahwa film ini diproduksi berdasarkan keresahan atas kasus KDRT yang sering terjadi di masyarakat namun jarang mendapatkan perhatian serius secara luas.

"Semoga film ini bisa membuat sedikit perubahan bagi perempuan yang mengalami KDRT," ujar Viva Westi, Minggu (8/2).

Produksi film ini melibatkan riset mendalam terhadap korban serta didampingi intimacy coordinator Putri Ayudya guna memastikan pengambilan adegan sensitif tetap memenuhi standar keamanan internasional.

Pakar psikologi Nathanael Sumampouw memberikan tinjauan bahwa relasi kuasa yang ditampilkan dalam film merupakan representasi nyata dari berbagai bentuk kekerasan yang terjadi dalam lingkup domestik.

Aktor Ayu Azhari, yang memerankan tokoh Fiqiah sebagai ibu korban KDRT, mengajak masyarakat untuk berani bersuara dan berhenti menormalisasi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.

"Kekerasan tidak boleh ditoleransi. Kita harus memecah kesunyian, jangan dipendam sendiri," kata Ayu Azhari, Minggu (8/2).