PORTAL BANTEN - Personel Cokelat, Ernest Syarif buka suara soal bagaimana cara dirinya dan teman-teman di band menjaga kekompakan setelah berkumpul lagi di 2022. Bersyukur atas apa yang sudah dicapai jadi salah satu kunci pentingnya.

"Kami harus merasa bersyukur atas segalanya," ungkap Ernest Syarif kepada tim Suara di kawasan Prapanca, Jakarta.

Dulu, Cokelat tercerai-berai karena ego masing-masing personel. Ada beberapa dari mereka yang merasa berhak mendapat apresiasi lebih dari apa yang sudah dikerjakan.

"Makanya, sekarang jangan lagi ada yang bilang gue lebih berhak. Kalau masih ada yang merasa paling berhak untuk ini itu, nanti suka jadi lupa sama kewajibannya," beber Ernest Syarif.

Para personel Cokelat juga berusaha menanamkan dalam benak masing-masing bahwa mereka kembali jadi seperti band baru. Ernest Syarif meyakini, perjalanan Cokelat ke depan tidak akan mudah karena harus belajar banyak hal baru.

"Kami kan akan belajar lagi tentang bagaimana trend sekarang, bagaimana sosial media sekarang, apa yang harus dikerjakan. Bagaimana juga menciptakan lirik dan karya yang relate dengan anak-anak sekarang," kata Ernest Syarif.

Tak lupa, para personel Cokelat juga berpegang teguh pada kenyataan bahwa tidak semua band punya kesempatan kedua untuk mengumpulkan lagi para personel aslinya.

"Jadi mumpung masih punya kesempatan, masih punya modal kreativitas yang tinggi dan tim yang solid, jangan disia-siakan lagi," ucap Ernest Syarif.

"Apa pun yang nanti akan kami hadapi, sekarang kami cuma bisa memperbanyak rasa syukur," imbuh suami Nirina Zubir.