PORTALBANTEN - Bimbim dan Kaka, dua personel Slank, berbagi cerita menarik tentang Jeep bersejarah yang setia menemani perjalanan musik mereka sejak awal karier. Kendaraan yang kini dipajang di atas Slank Store itu ternyata menyimpan banyak kenangan, bahkan kisah mistis.

Menurut Kaka, Jeep tersebut merupakan model langka yang jarang ditemukan di dunia. Tak sedikit yang bertanya mengapa Jeep itu dibiarkan dalam kondisi sekarang dan tidak diperbaiki. Menanggapi hal itu, Bimbim menjelaskan bahwa upaya memperbaiki Jeep tersebut sudah pernah dilakukan, namun berakhir tragis.

"Jeep itu sudah dua kali coba diperbaiki. Yang pertama, orangnya sudah mulai membongkar, eh meninggal dunia. Keluarganya akhirnya mengembalikan Jeep dalam kondisi terurai," cerita Bimbim.

Percobaan kedua pun tak kalah aneh. "Ada lagi yang mau betulin, tapi orangnya tiba-tiba menghilang. Bukan kabur, tapi benar-benar hilang. Akhirnya Jeep dikembalikan lagi ke kita," tambahnya.

Bimbim bahkan menolak tawaran seorang teman SMA yang bersedia memperbaiki Jeep itu tanpa bayaran. "Dia bilang, 'Biar gue yang bangun, gratis.' Tapi gue tolak, gue takut kejadian lagi," ujarnya.

Melanjutkan cerita, Kaka menambahkan bahwa Jeep tersebut memang seolah sudah memiliki 'kehendak' sendiri untuk tetap dalam keadaannya sekarang. "Sepertinya, dia memang sudah merasa tugasnya selesai mengantarkan Slank. Sudah saatnya dia istirahat," kata Kaka.

Jeep bersejarah itu bukan hanya menjadi kendaraan biasa bagi Slank, tapi juga berperan penting dalam perjalanan mereka menuju kesuksesan. Kendaraan tersebut dulunya mampu membawa seluruh personel beserta alat-alat musik mereka, menjadi bagian vital dalam perjalanan tur ke berbagai daerah, sekaligus membantu menekan biaya operasional.

Sebagai bentuk penghormatan, Bimbim memutuskan untuk menempatkan Jeep tersebut di atas Slank Store. Selain menjadi simbol perjalanan panjang Slank, Jeep ini juga tampil di beberapa video klip mereka, seperti "Kamu Harus Pulang" dan "Mawar Merah."

Jeep tua itu kini menjadi saksi bisu perjalanan Slank dari masa sulit hingga mencapai puncak ketenaran, sekaligus menjadi kenangan tak tergantikan bagi para personelnya.*