PORTALBANTEN - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial yang dikelola secara optimal. Dalam acara Gebyar Zakat di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (20/3/2025), ia mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten.  

Menurut Andra, zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga solusi konkret dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Zakat memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan advokasi. Oleh karena itu, Baznas harus menjadi mitra utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.  

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten bersama wakil ketua DPRD, perwakilan badan usaha, serta unsur lembaga vertikal menunaikan zakat langsung di stand yang telah disediakan. Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana pemimpin daerah memberikan keteladanan dalam membayar zakat.  

Baznas Provinsi Banten melaporkan bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah di tahun 2024 mencapai Rp34 miliar dengan jumlah muzaki sebanyak 23.085 orang. Sementara itu, sebanyak 33.163 mustahik telah menerima manfaat dari dana yang terkumpul.  

Ketua Baznas Banten, Syibli Sarjaya, mengapresiasi dukungan Pemprov Banten dalam memperkuat layanan penyaluran zakat. “Kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan memastikan dana zakat yang terkumpul dapat disalurkan dengan transparan serta tepat sasaran,” ujarnya.  

Andra Soni menambahkan bahwa Pemprov Banten bersama DPRD akan terus mendukung program sosial berbasis zakat sebagai bagian dari solusi berkelanjutan dalam membangun ekonomi umat. “Zakat bukan hanya tentang distribusi kekayaan, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.  

Dengan optimalisasi pengelolaan zakat melalui Baznas, diharapkan kesejahteraan masyarakat Banten dapat meningkat, serta semakin banyak mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.*