PORTALBANTEN – Respon cepat ditunjukkan jajaran Polri dalam menangani dampak bencana banjir di Kabupaten Serang. Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan didampingi Wakapolres Kompol Andri Surya K mengunjungi warga terdampak banjir di lokasi pengungsian Desa Jati Pulo, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data sementara, sebanyak 165 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan total 75 rumah terendam. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cidurian yang dipicu tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Serang.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan wujud empati serta komitmen Polri dalam memastikan kondisi warga terdampak tetap aman dan terlayani dengan baik.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan perhatian, bantuan, serta pendampingan, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan,” ujar AKBP Andri Kurniawan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Serang bersama jajaran melaksanakan kegiatan trauma healing bagi warga pengungsian, terutama anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi rasa takut dan trauma yang dialami akibat bencana banjir.
Selain itu, Kapolres Serang juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama berada di pengungsian.
Kapolres menegaskan, Polres Serang akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi dengan optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar penanganan banjir serta pemenuhan kebutuhan warga pengungsian dapat berjalan maksimal,” tegasnya.
Usai meninjau lokasi pengungsian, Kapolres Serang melanjutkan kegiatan dengan melakukan pengecekan akses jembatan di Desa Mekarasari, Kecamatan Carenang. Jembatan tersebut dilaporkan terdampak luapan Sungai Cidurian sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.