PORTALBANTEN.NET – Polda Banten kembali menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara terbuka dan profesional. Masyarakat, khususnya para calon peserta seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu atau kuota khusus.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Menurutnya, Polri berkomitmen menjaga integritas proses rekrutmen agar berjalan adil bagi seluruh peserta. Karena itu, tidak ada biaya yang dipungut selama proses seleksi berlangsung dan tidak ada toleransi terhadap praktik percaloan maupun pihak-pihak yang mengatasnamakan institusi Polri untuk menjanjikan kelulusan.
“Kesuksesan peserta ditentukan oleh kemampuan, kesiapan, serta hasil yang diperoleh dalam setiap tahapan seleksi. Tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan seseorang selain usaha dan kompetensi peserta itu sendiri,” ujar Maruli, Senin (8/6/2026).
Ia juga mengingatkan para calon peserta agar fokus mempersiapkan diri secara maksimal dan tidak tergiur oleh iming-iming oknum yang menawarkan bantuan dengan meminta sejumlah uang.
Lebih lanjut, Maruli menegaskan bahwa penerimaan Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya dilakukan melalui jalur resmi yang dikelola oleh SSDM Polri. Dengan demikian, informasi mengenai adanya kuota khusus, kuota Mabes, maupun jalur istimewa lainnya dipastikan tidak benar.
“Seluruh peserta memiliki hak dan peluang yang sama. Tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun dalam proses penerimaan Taruna Akpol 2026,” tegasnya.
Polda Banten berharap pelaksanaan rekrutmen anggota Polri tahun ini dapat berlangsung lancar, objektif, dan menghasilkan calon-calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, serta siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dengan sistem seleksi yang terbuka dan diawasi secara ketat, Polri optimistis mampu mencetak generasi polisi masa depan yang profesional dan dipercaya masyarakat.