PORTALBANTEN – Curah hujan tinggi yang terjadi secara berturut-turut menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang bermukim di bantaran sungai. Seperti yang terjadi di Kampung Selapajang RT 01/01, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Akibat derasnya aliran sungai setelah hujan, terjadi abrasi tanah yang menyebabkan enam rumah warga mengalami kerusakan parah, retak-retak hingga sebagian roboh, Selasa (6/1/2026) siang.
Merespons kondisi tersebut, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., turun langsung ke lokasi untuk mendengarkan keluhan warga terdampak. Dalam kunjungan tersebut, Kapolresta didampingi oleh istri, Ny. Putri Indra Waspada, Kapolsek Cisoka Iptu Anggio Pratama, Kabag Ops Polresta Tangerang Kompol Andri Surya Kurniawan, S.H., S.I.K., M.I.K., AKP Eldi S.H., AKP Ahmad Hajaji, S.H., serta Kasat Samapta Polresta Tangerang.
Turut hadir pula Camat Cisoka Sumartono, S.STP., M.Si., perwakilan Pemerintah Desa Carenang yang diwakili oleh Sekretaris Desa Sarin beserta staf, serta unsur terkait lainnya.
Kehadiran Kapolresta Tangerang bersama jajaran bertujuan untuk melihat langsung kondisi rumah warga sekaligus menyerap aspirasi masyarakat Kampung Selapajang yang terdampak abrasi. Setelah berbincang dengan pemilik enam rumah yang rusak, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bantuan berupa bahan bangunan dan uang kerohiman yang diserahkan langsung oleh Ny. Putri Indra Waspada bersama ibu-ibu Bhayangkari.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolresta Tangerang menyampaikan bahwa pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisoka ingin memastikan kondisi warga terdampak banjir dan abrasi yang terjadi beberapa pekan lalu.
“Hari ini kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi enam rumah yang terdampak. Memang terlihat tanah di lokasi ini terus bergerak dan perlu penanganan khusus dari pemerintah agar ditemukan solusi terbaik bagi warga,” ujar Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kecamatan telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan daerah, termasuk Bupati Tangerang, untuk langkah penanganan selanjutnya.
“Tadi kami juga sudah mendengar langsung keinginan warga. Ada yang berharap rumahnya diperbaiki kembali, dan ada juga yang ingin direlokasi. Ini akan kami sampaikan kepada Pak Bupati, dan insyaallah akan ditindaklanjuti sesuai harapan warga,” tambahnya.
Kapolresta Tangerang juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai atau wilayah rawan abrasi agar lebih waspada dan mempertimbangkan risiko bencana sebelum membangun atau menetap.