PORTALBANTEN - Reza Pratama, pemuda kelahiran Jakarta 6 Desember 2003 ini merupakan sosok yang penuh motivasi dan dedikasi yang tinggi. Sejak duduk di bangku SMP, ia telah menunjukkan ketertarikan di bidang IT, terutama dalam aspek praktisnya. Meski sempat mempertimbangkan jurusan Teknik Elektro–demi mengikuti jejak ayahnya, namun ia akhirnya memilih jurusan yang berkaitan dengan IT setelah mendapat saran dari orang terdekat serta melihat prospek kerja di industri IT yang kian meluas.
Reza kini menempuh pendidikan di Sekolah Vokasi IPB University, Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), sejak tahun 2022 lalu. Berawal dari ketertarikannya dalam pemrograman, ia kini terbiasa mengembangkan aplikasi web dan mobile yang seiring waktu, ketertarikannya meluas ke bidang analisis data, seperti data analysis, data science, dan data engineer, yang kini ia pertimbangkan sebagai opsi kariernya di masa depan.
Keseriusan Reza dalam menempuh pendidikan diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan. Sebelum akhirnya dipercayai sebagai asisten dosen, ia pernah menjalankan proyek penelitian dan publikasi ilmiah, hingga berpartisipasi mengikuti berbagai perlombaan, seperti Gemastik (Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi), Olivia (Olimpiade Vokasi Indonesia), dan lomba business plan yang diselenggarakan oleh kampus lain, mewakili Sekolah Vokasi IPB.
Tak hanya aktif secara akademik, Reza juga aktif dalam berorganisasi dan mengikuti pengabdian masyarakat, seperti dalam Program Pemberdayaan Desa (P2MD) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud pada tahun 2023 lalu. Melalui program ini, ia turut berkontribusi dalam membangun desa tertinggal, dengan inovasi “Pemanfaatan Bank Sampah Berbasis Digital,” bersama dengan anggota Himavo Micro IT, Sekolah Vokasi IPB University
Di semester 6 ini, Reza dipercaya menjadi asisten dosen di beberapa mata kuliah atau praktikum yang ada di Prodi-nya. Keinginannya untuk mengambil peran ini berangkat dari keinginannya membantu mahasiswa angkatan baru untuk bisa lebih memahami apa yang dipelajari di Prodi-nya. Bahkan di luar sesi praktikum, ia seringkali berbagi wawasan seputar coding melalui platform online seperti Discord atau Zoom, agar bisa belajar dan berdiskusi dengan lebih santai.
Alasan ini dikarenakan ia pernah mendengar pernyataan bahwa 80% lulusan IT tidak bisa ngoding. Sehingga, ia berusaha untuk membantu mahasiswa baru memahami bahwa prospek karier di prodi-nya bukan hanya soal coding, tapi ada juga pada sub-bidang lain. Dengan begitu, mereka bisa lebih percaya diri dalam menentukan arah karier sejak awal.
Ia berpesan kepada calon mahasiswa yang tertarik untuk memilih ke jurusan di bidang IT untuk mulai belajar dan membiasakan diri. Dengan begitu, saat memasuki masa kuliah, tidak akan merasa kaget dengan materi yang akan dipelajari. Meskipun, di Prodi TRPL, Sekolah Vokasi IPB itu sendiri nantinya akan diajari dari dasarnya terlebih dahulu.
Melalui perjalanan hidupnya, ia bersandar pada motto, “Sebaik-baiknya manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, al-Daraqutni). Reza memiliki rencana untuk berkarier sebagai akademisi setelah lulus. Namun, sebelum menempuh pendidikan magister sebagai syarat menjadi dosen, ia berencana untuk terlebih dahulu memperoleh pengalaman profesional guna memperdalam pemahamannya serta memperkaya wawasannya.*
Oleh: Luthfi Raihan Mahdi