Langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan sinyal bahwa TNI menghadapi ujian serius terkait disiplin internal dan legitimasi di mata masyarakat.
Konsolidasi di Level Panglima
Penyerahan jabatan langsung kepada Panglima TNI mencerminkan pola manajemen krisis: sentralisasi kendali untuk stabilisasi cepat. Hal ini menunjukkan kasus dipandang serius dan perlu penanganan di level tertinggi, sekaligus mencegah friksi internal.
Persepsi Publik dan Politisasi
Kasus penyiraman air keras memiliki resonansi emosional kuat. Presiden Prabowo Subiyanto meminta Mabes TNI mengusut tuntas.
“Jika tidak transparan, risiko krisis kepercayaan terhadap TNI akan meningkat.
Dengan mengambil alih kendali, TNI berusaha menegaskan bahwa pelanggaran tidak ditolerir, bahkan di unit strategis sekalipun. Langkah ini juga dimaksudkan untuk mencegah politisasi yang bisa menghidupkan kembali trauma masa lalu”, ujarnya.