PORTALBANTEN - Lagu "Bintang di Surga" dari band Peterpan (sekarang NOAH) menjadi salah satu lagu yang sangat ikonik di Indonesia. Dikenal dengan lirik yang dalam dan melodi yang menghanyutkan, lagu ini memikat banyak pendengar sejak pertama kali dirilis pada tahun 2004.
Namun, ada kisah tragis yang tersembunyi di balik lagu ini yang mungkin belum banyak diketahui oleh penggemar musik Indonesia.
Lagu "Bintang di Surga" pertama kali muncul dalam album *Bintang di Surga* yang dirilis pada tahun 2004. Lagu ini ditulis oleh Ariel, vokalis Peterpan, dengan lirik yang menggambarkan rasa kehilangan, harapan, dan perasaan cinta yang abadi.
Tak hanya secara musikal, tetapi lirik lagu ini juga membawa pesan mendalam yang mampu menyentuh hati banyak orang. Lagu ini bercerita tentang sosok yang sangat dihormati, yang tak akan pernah terlupakan, dan bagai bintang yang selalu bersinar di surga.
Namun, banyak yang tidak tahu bahwa di balik lagu tersebut terdapat kisah sedih dan tragis yang mengiringi proses pembuatannya. Kisah tragis yang menyelimuti lagu ini berhubungan dengan kehilangan sosok yang sangat berarti bagi Ariel dan band Peterpan yaitu kehilangan teman dan sahabat yang sangat dekat.
Di masa pembuatan lagu tersebut, Peterpan sedang berada di puncak popularitas, namun mereka harus menghadapi kenyataan pahit ketika salah satu personel mereka, Andika (gitaris Peterpan yang sempat bergabung sebelum keluar dari band), mengalami permasalahan pribadi yang serius. Meskipun Andika tidak sepenuhnya terlibat dalam proses pembuatan lagu ini, kepergiannya dari band menambah beban emosional bagi para personel lainnya.
Namun, di luar itu, kisah tragis yang paling menyentuh adalah cerita tentang perjalanan band yang penuh lika-liku, konflik internal, dan perubahan personel.
Lagu ini menjadi semacam penghormatan untuk semua perjuangan mereka selama ini termasuk perjuangan dalam menghadapi cobaan hidup, kehilangan orang-orang yang mereka cintai, serta kecintaan mereka terhadap musik.
Ariel sendiri mengungkapkan dalam beberapa wawancara bahwa lagu ini terinspirasi oleh perasaan kehilangan dan harapan akan kebahagiaan yang lebih baik di dunia yang lain.