PORTALBANTEN - “Saya buang jauh-jauh gengsi.” Kalimat itu diucapkan dengan penuh keyakinan oleh Dika Widia Putra, pria berusia 27 tahun lulusan S2 Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kini, Dika memilih untuk menggeluti usaha berjualan bakso sebagai jalan hidupnya. Usahanya, "Bang Uyo," berdiri sederhana di area parkir barat Taman Monjali, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikelilingi rindangnya pepohonan yang menambah kenyamanan bagi para pembeli.

Dika bercerita, ia lahir dan besar di Jepara, meskipun kedua orang tua dan kakek-neneknya berasal dari Sukoharjo. Setelah lulus SMA pada 2015, ia diterima di Fakultas Peternakan UGM. Usai menyelesaikan pendidikan S1, pandemi Covid-19 membawanya kembali ke kampung halaman di Jepara, di mana ia membantu usaha bakso milik keluarganya sekaligus belajar tentang bisnis kuliner tersebut.

"Selama pandemi, saya belajar dari orangtua yang memang sudah lama berdagang bakso," ujarnya.

Semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 datang dari dorongan orang tua, yang berharap anak mereka, meski berasal dari keluarga pedagang bakso, bisa mencapai pendidikan pascasarjana. Dengan dukungan promotor, Dika melanjutkan studi dan akhirnya berhasil menyelesaikan S2 di UGM pada April 2024.

Setelah kelulusan, Dika mencoba mengikuti seleksi CPNS. Ia berhasil lolos seleksi kemampuan dasar (SKD), namun gagal di tahap seleksi kemampuan bidang (SKB) karena kalah dalam perangkingan.

"Di SKB saya kalah peringkat, ya berarti memang belum rezekinya," ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga sempat mencoba melamar ke sejumlah perusahaan swasta. Namun, kebanyakan penempatan kerjanya berada di luar DIY atau Jawa Tengah, sementara ia merasa perlu tetap dekat dengan orang tuanya sebagai anak sulung. Dari situ, Dika akhirnya memutuskan untuk membuka usaha bakso sendiri di Yogyakarta.

Ia mendapatkan inspirasi untuk berkreasi setelah melihat inovasi bakso berbentuk kotak di Surabaya, yang kemudian ia modifikasi sesuai ilmu dan pengalaman dari keluarganya.

"Biasanya bakso berbentuk bulat, saya coba buat bentuk kotak, terinspirasi dari Surabaya," jelasnya.