PORTALBANTEN -- Pernahkah Anda merasa melamun saat melakukan aktivitas sehari-hari? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa momen-momen bengong ini ternyata menyimpan manfaat yang luar biasa bagi otak kita.

Tim ilmuwan dari Howard Hughes Medical Institute (HHMI) melakukan penelitian dengan merekam aktivitas neuron dari 19 populasi tikus yang telah dikembangkan secara khusus. Hasilnya, ketika otak tidak terfokus pada tugas tertentu, ia tetap menyerap informasi berharga.

"Para ahli teori telah lama berpendapat bahwa otak mungkin menggunakan unsupervised learning (pembelajaran tanpa pengawasan)," kata Lin Zhong, penulis studi tersebut.

"Bahkan saat Anda melamun atau berjalan tanpa tujuan, otak Anda tetap bekerja keras untuk mengingat posisi Anda dan mengatur dunia di sekitar. Ini penting agar ketika Anda kembali fokus, Anda sudah siap memberikan yang terbaik," tambahnya.

Dalam eksperimen ini, para peneliti menggunakan lingkungan virtual reality untuk tikus, yang terdiri dari koridor dengan berbagai tekstur yang meniru dunia nyata. Beberapa tekstur dihubungkan dengan hadiah, sementara yang lainnya tidak.

Tikus-tikus tersebut dibiarkan menjelajahi dunia virtual selama beberapa minggu, sementara aktivitas neuron mereka direkam. Ketika tikus mulai memahami aturan dan sistem hadiah, peneliti melakukan penyesuaian untuk menjaga lingkungan tetap menarik.

Menariknya, tikus menunjukkan tanda-tanda neural plasticity (plastisitas saraf) di korteks visual mereka. Ini adalah kemampuan luar biasa otak untuk membentuk ulang koneksi antar-neuron seiring dengan informasi yang diterima.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastisitas otak yang ditunjukkan tikus tidak hanya dapat dijelaskan oleh tugas yang mereka pelajari, seperti mencari hadiah. Faktanya, tikus yang dibiarkan bebas menjelajahi koridor virtual lebih cepat memahami sistem hadiah dibandingkan dengan tikus yang menjalani tugas formal.

Menurut peneliti, ini menunjukkan bahwa otak tidak selalu memerlukan pengajaran langsung untuk belajar. "Mengingat unsupervised learning terjadi sepanjang waktu, kita sebenarnya lebih banyak belajar dari mengamati orang-orang di sekitar kita, seperti anggota keluarga dan teman, daripada dari apa yang diajarkan langsung oleh mereka," jelas Zhong.*