PORTALBANTEN - Di tengah dominasi laki-laki dalam sektor teknologi dan infrastruktur digital, nama Marina Budiman muncul sebagai sosok perempuan tangguh yang tidak hanya mendobrak stereotip, tetapi juga mencetak sejarah sebagai wanita terkaya di Indonesia. Dengan kekayaan senilai US$5,3 miliar atau sekitar Rp88 triliun, Marina menduduki posisi ke-7 dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes per Maret 2025.
Marina Budiman adalah lulusan University of Toronto di bidang ekonomi dan keuangan ini memulai kariernya di sektor perbankan sebelum akhirnya melangkah ke dunia teknologi. Bersama Otto Toto Sugiri, ia ikut membesarkan PT Sigma Cipta Caraka dan mendirikan Indonet, penyedia layanan internet komersial pertama di Indonesia, pada 1994 saat penetrasi internet masih sangat minim.
Langkah visionernya tak berhenti di sana. Pada 2011, Marina bersama Otto dan Han Arming Hanafia mendirikan PT DCI Indonesia Tbk (DCII), yang kini menjadi pemimpin pasar pusat data (data center) di Tanah Air. Di bawah pengawasannya sebagai Presiden Komisaris sejak 2016, DCII tumbuh pesat, menjadi tulang punggung infrastruktur digital bagi ratusan perusahaan finansial, telekomunikasi, dan e-commerce di Asia Tenggara.
Marina Budiman Memimpin di Garis Depan Inovasi Digital
Kontribusi Marina tak hanya pada aspek kepemilikan saham yang mengantarkan dirinya ke jajaran elit finansial Indonesia, tetapi juga pada inovasi dan kebijakan strategis perusahaan. Di tengah tantangan transformasi digital nasional, DCII yang ia dirikan telah menjadi pilar penting bagi ekosistem digital Indonesia.
Pendapatan dan laba DCII dalam tiga tahun terakhir meningkat drastis, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan ini. Bahkan saat nilai kekayaannya sempat naik hingga US$7,5 miliar sebelum mengalami koreksi karena fluktuasi harga saham, Marina tetap konsisten dalam perannya sebagai pemimpin di balik layar.
Simbol Kesuksesan Perempuan di Industri Teknologi
Pengakuan Forbes pada 2021 yang menempatkan Marina sebagai salah satu dari 20 pebisnis wanita paling berpengaruh di Asia adalah bukti nyata bahwa perempuan Indonesia mampu bersaing di level global. Kisah suksesnya menjadi sumber inspirasi, tidak hanya karena pencapaian finansial, tetapi juga karena komitmennya terhadap pertumbuhan industri strategis yang mendukung transformasi digital nasional.
Marina Budiman bukan hanya wanita terkaya di Indonesia, tetapi juga simbol perubahan dalam dunia bisnis yang semakin mengakui kepemimpinan perempuan. Di era digital ini, kisahnya menjadi bukti bahwa siapa pun, tanpa melihat gender, bisa memimpin inovasi dan membentuk masa depan.*