PORTAL BANTEN — Kecamatan Dramaga bersiap menyambut pemekaran wilayah Bogor Barat dengan semangat dan optimisme. Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, menegaskan bahwa wilayah yang dipimpinnya akan menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di calon Kabupaten Bogor Barat.
“Dramaga adalah pintu gerbang Bogor Barat,” kata Atep dengan penuh keyakinan. “Insya Allah akan lebih maju dan berkembang,” tambahnya, mencerminkan harapan besar terhadap masa depan wilayah yang akan segera bertransformasi. Atep, yang merupakan ASN, akan memasuki masa purna tugas dalam waktu dekat.
Optimisme ini tidak muncul tanpa alasan. Masyarakat Dramaga baru-baru ini berhasil menggalang dana sebesar Rp123 juta untuk membantu korban bencana alam di Sumatera. Aksi solidaritas ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari sekolah dasar hingga Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) dan kepala desa se-Kecamatan Dramaga.
“Ini adalah bentuk solidaritas nyata dari masyarakat Dramaga. Kami akan menyerahkan seluruh donasi ini kepada PMI Kabupaten Bogor agar dapat segera disalurkan ke daerah terdampak,” ujar Atep dalam wawancara pada Senin (22/12).
Lebih dari sekadar aksi kemanusiaan, semangat gotong royong ini mencerminkan kesiapan sosial masyarakat Dramaga dalam menyambut perubahan besar yang akan datang. “Kami tidak hanya peduli pada lingkungan sekitar, tapi juga pada saudara-saudara kita di daerah lain yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.
Selain itu, Atep juga mengungkapkan rencana pembangunan Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan Dramaga. Sekretariat ini akan dibangun di Jalan Lingkar Dramaga di atas lahan pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Kami sudah mendapat izin dari Bupati. Saat ini kami sedang menunggu gambar site plan dari tim teknis. Meski belum ada anggaran dari pemerintah, kami berencana membangun secara swadaya,” jelasnya.
Menurut Atep, keberadaan sekretariat ini akan memperkuat koordinasi kegiatan keagamaan dan menjadi pusat penguatan nilai-nilai moral masyarakat. “Ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebersamaan,” tutupnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kesiapan infrastruktur sosial, Dramaga semakin menegaskan posisinya sebagai simpul penting dalam peta pemekaran Bogor Barat—sebuah langkah menuju pemerataan pembangunan dan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat.*