PORTAL BANTEN - Dalam upaya membangun Generasi Emas 2045, Indonesia tidak hanya fokus pada kesehatan dan kecerdasan anak-anak saat ini, tetapi juga pada perlindungan mereka sejak dini. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, perlindungan anak diangkat sebagai bagian integral dari strategi pembangunan jangka panjang. Anak-anak bukan lagi sekadar objek kebijakan, melainkan menjadi pusat perhatian dalam perencanaan nasional.

Secara global, Indonesia telah mengadopsi Konvensi Hak Anak PBB melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, yang memberikan dasar hukum untuk perlindungan anak. Namun, pelaksanaan perlindungan ini sering kali terfragmentasi di berbagai sektor. Pemerintah saat ini berupaya mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan berbagai program, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga keamanan digital.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau puluhan juta anak, memberikan asupan gizi yang sangat penting untuk perkembangan mereka. Program ini tidak hanya berkontribusi pada kecerdasan dan pertumbuhan anak, tetapi juga berperan dalam menurunkan angka stunting.

Melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin dapat diakses oleh semua anak. Deteksi dini gangguan tumbuh kembang diharapkan dapat mencegah masalah kesehatan yang sering terabaikan.

Pemerintah juga melakukan revitalisasi ribuan sekolah dan meningkatkan kesejahteraan guru. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif, anak-anak dapat berkembang dengan optimal.

Perlindungan anak di ranah digital semakin diperkuat dengan diterbitkannya PP Nomor 87 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Digital. Aturan ini bertujuan untuk melindungi anak dari eksploitasi, perundungan, dan konten berbahaya, serta meningkatkan literasi digital di kalangan keluarga.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga hukum juga diperkuat untuk mencegah kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. Pemerintah menekankan pentingnya perlindungan yang menyeluruh, tidak hanya setelah kejadian, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan yang proaktif.

Dengan penguatan program-program ini, dampak positif mulai terlihat, terutama dalam penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan anak. Pendekatan terpadu yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan perlindungan anak di seluruh Indonesia.

Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, "Negara hadir penuh untuk menjamin hak anak Indonesia. Mereka adalah masa depan bangsa, dan tugas kita memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia," kata beliau.