PORTALBANTEN -- Alma Wiranta, alumni Magister Ilmu Pertahanan Prodi Strategi Perang Semesta Universitas Pertahanan (Unhan) tahun 2015 dalam analisanya menggunakan konsep geodefense menyatakan bahwa regulasi tidak cukup untuk menyelesaikan masalah polikrisis masyarakat di tahun 2026. Menurutnya, kompleksitas permasalahan baik sosial, ekonomi, budaya, geopolitik dan hukum memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan tidak hanya bergantung pada regulasi, disampaikan sabtu (31/1/2026)
"Regulasi memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. Beberapa alasan mengapa regulasi tidak dapat menyelesaikan semua masalah, bahkan ada beberapa pasal dalam UU, PP, Permen bahkan Perda dan Perkada yang dianalisis perlu ditinjau ulang, advokasi bahkan dicabut," kata Alma Wiranta yang saat ini fokus mengembangkan Sistem Thinking dan Sistem Dinamik dalam pola kerjanya.
Alma Wiranta berpendapat bahwa regulasi pusat maupun daerah yang cukup banyak membuat masyarakat semakin bingung, sehingga perlu disosialisasikan secara luas kepada masyarakat agar dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik.
Namun, perlu disadari bahwa regulasi tidak dapat menjadi satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah masyarakat yang sudah komplek dan menumpuk.
"Untuk memastikan keadilan, kepastian hukum, kemanfaatan dan kedamaian bagi masyarakat, tidak semua solusi ada dalam regulasi. Ada kekuatan lain yang lebih hidup, yaitu norma agama dan norma adat yang luhur," ungkap Alma Wiranta dengan penuh harap
Dalam menghadapi polikrisis masyarakat di tahun 2026 ini, Alma Wiranta memprediksi memerlukan role model kebijakan skala daerah terlebih dahulu, dengan pentingnya sinkronisasi kebijakan dan regulasi daerah untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi. Alma mengamati pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang kuat, untuk memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan pengalaman dan kolaborasi yang baik, Alma Wiranta yang menempuh tahap akhir penelitian Program Doktoral konsentrasi Keamanan Nasional Unhan berharap pemerintah pusat dapat membuka diskresi terkait kebutuhan masyarakat di tiap wilayah yang berbeda dan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang semakin memburuk, dan untuk menyelesaikan masalah polikrisis yang dihadapi ada kebijakan yang kuat.
"Polikrisis berkaitan dengan ancaman pertahanan dan keamanan negara, perlu regulasi kuat dan kewenangan kuat untuk melindungi masyarakat dan mensejahterakan setiap warga negara secara terukur. " Tutup Dr.(c) Alma Wiranta, SH., MSi(Han)., CLA mengakhiri diskusi dengan awak media. (Abah Tataros)