PORTALBANTEN -- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana yang melanda Sumatera. Pada hari Jumat (28/11), empat pesawat telah diberangkatkan dari Bandara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk mengirimkan bantuan besar-besaran ke tiga provinsi yang terdampak.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Pratikno, menjelaskan bahwa sejak awal, pemerintah telah bergerak cepat dalam memberikan bantuan sesuai arahan Prabowo.
"Sejak hari pertama terjadinya bencana, Bapak Presiden sudah perintahkan kepada kami, tim PMK, langsung bergerak dibantu TNI, Polri, Pemda aktif. Dan untuk tanggap darurat itu, tenda-tenda pengungsian, terus makanan dengan segala kebutuhan sehari-hari sudah dikirim," kata Pratikno, Jumat.
Dalam pernyataannya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pengiriman pesawat dilakukan berdasarkan instruksi langsung dari Prabowo.
"Jadi, pagi, sekitar pukul setengah delapan pagi, telah diberangkatkan atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait, untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat. Tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di Tanah Air, untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana," ungkap Teddy.
Pesawat-pesawat tersebut akan mengantarkan bantuan ke Padang (Sumatera Barat), Bandara Silangit (Sumatera Utara) untuk mendukung wilayah Tapanuli, serta Banda Aceh dan Lhokseumawe (Aceh Utara) sebagai titik terdekat ke lokasi terdampak.
Teddy menambahkan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan kelanjutan dari langkah cepat pemerintah sejak hari pertama bencana.
"Atas izin Bapak Presiden dan instruksi langsung beliau, seluruh tim pagi ini kembali sudah ke sana. Jadi ini bukan yang pertama. Sejak hari pertama, tanggal 25 November, Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan kepada Bapak Menko PMK untuk mengoordinir secara langsung terkait penanganan bencana," jelasnya.
Prabowo juga telah berkomunikasi langsung dengan kepala daerah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh untuk memastikan kebutuhan di lapangan terpenuhi dengan cepat.