PORTALBANTEN.NET - Banyak calon pemilik rumah pertama yang mengincar fasilitas pembiayaan perumahan bersubsidi karena menawarkan kemudahan akses dan suku bunga rendah. Namun, proses persetujuannya seringkali diselimuti mitos dan kesalahpahaman yang justru menghambat kelancaran aplikasi. Sebagai konsultan properti berpengalaman, penting bagi kita untuk memisahkan fakta dari fiksi agar langkah Anda menuju kepemilikan rumah minimalis idaman menjadi mulus dan efisien di mata lembaga keuangan.
Mitos Umum: KPR Subsidi Hanya untuk Mereka yang Penghasilannya Sangat Kecil
Salah satu mitos paling umum adalah bahwa KPR Subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat dengan batas pendapatan yang sangat minim. Ini tidak sepenuhnya benar. Meskipun ada batasan maksimal penghasilan yang ditetapkan pemerintah untuk menjaga subsidi tetap sasaran, rentang maksimal tersebut seringkali lebih tinggi dari yang diasumsikan masyarakat umum. Fakta kuncinya adalah, bank akan melihat rasio utang terhadap pendapatan (Debt Service Ratio/DSR) Anda, bukan hanya angka gaji absolut. Jika DSR Anda sehat, peluang disetujui meningkat, terlepas dari posisi Anda di ambang batas atas subsidi.