PORTALBANTEN – Di tengah upaya penguatan komunikasi publik, Divhumas Polri membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) 2025 dengan pendekatan berbeda: mengawali kegiatan strategis ini dengan aksi nyata kemanusiaan berupa bakti sosial dan bakti kesehatan, Selasa (6/5), di Akademi Kepolisian Semarang.
Mengusung semangat kebermanfaatan, pembukaan Rakernis tidak hanya diisi dengan diskusi strategi, tapi juga kepedulian terhadap sesama. Para pejabat tinggi Polri menyerahkan bantuan sosial berupa kursi roda, tongkat bantu (kruk), serta santunan kepada puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Mursyid. Kegiatan tersebut mencerminkan bahwa kekuatan institusi tak hanya ada pada kewenangan, tetapi juga pada kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah Polri,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.
Tak hanya itu, kegiatan bakti kesehatan berupa donor darah juga digelar, melibatkan 100 peserta dari jajaran panitia, peserta Rakernis, dan personel Polda Jateng. Aksi ini menjadi simbol sinergi antara institusi negara dan kepentingan kemanusiaan yang lebih luas. Sebanyak 100 kantong darah diserahkan kepada Palang Merah Indonesia sebagai wujud kontribusi nyata Polri.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa pendekatan humanis ini bukan sekadar program tambahan, tetapi bagian integral dari strategi komunikasi Polri yang ingin semakin dekat dengan masyarakat. “Kami percaya bahwa komunikasi yang efektif berangkat dari empati. Inilah cerminan komitmen Polri untuk membangun kepercayaan melalui tindakan nyata,” ungkapnya.
Rakernis tahun ini mengangkat tema “Melalui Optimalisasi Manajemen Media, Divhumas Polri Siap Mendukung Kebijakan Kapolri dalam rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Menuju Indonesia Emas 2045.” Namun di balik jargon besar itu, langkah awal yang dilakukan adalah menyentuh hati masyarakat secara langsung.
Dengan menyelaraskan strategi komunikasi dan kepedulian sosial, Divhumas Polri menunjukkan bahwa membangun citra tidak selalu lewat kata, tetapi bisa dimulai dari tindakan nyata.*