PORTALBANTEN - Rama Sahetapy, putra kedua dari aktor senior Ray Sahetapy, membagikan kisah menyentuh tentang bagaimana ia dan kedua adiknya akhirnya bisa kembali dekat dan menjalin hubungan hangat dengan sang ayah sebelum kepergiannya.

Rama mengungkapkan bahwa ada sosok penting yang menjadi jembatan dalam memperbaiki hubungan tersebut, yakni istrinya, Merdianti Octavia. Menurut Rama, Merdi memiliki peran besar dalam mengingatkan pentingnya tetap menjaga ikatan darah dengan sang ayah, meski masa lalu sempat menyisakan luka.

"Pada tahun 2023, ayah sempat terkena stroke. Kami tidak bisa mendampingi beliau selama 24 jam karena kesibukan kerja. Saat itu, beliau dirawat di rumah salah satu saudara," tutur Rama usai prosesi pemakaman sang ayah.

Ia tak memungkiri bahwa ada konflik masa lalu antara dirinya dan sang ayah, terutama setelah perceraian orang tuanya pada 2004. Rama dan adik-adiknya kemudian dibesarkan oleh ibunda mereka, Dewi Yull.

Namun, seiring berjalannya waktu, Merdi terus memberikan dorongan kepada Rama untuk tetap menjalin hubungan baik dengan ayahnya. Ia menekankan bahwa ikatan antara anak dan orang tua tidak akan pernah terputus.

"Merdi selalu bilang, ‘Ini ayahmu, hubungan kalian enggak akan pernah putus. Suami istri bisa berpisah, tapi hubungan darah itu abadi. Kamu harus terus bantu ayah.’ Dia selalu mendukungku, bahkan saat aku enggak punya uang, dia bilang, 'Pakai uangku dulu, enggak apa-apa. Yang penting bantu ayah,'" ungkap Rama dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya memberikan semangat secara emosional dan finansial, Merdi juga yang secara aktif mempertemukan Rama dan adik-adiknya dengan Ray. Ia menciptakan momen kebersamaan yang sebelumnya jarang terjadi di antara mereka.

"Merdi yang menyatukan kami—aku, Surya, dan ayah. Kami mulai membiasakan diri untuk jalan bareng sebagai keluarga. Dulu setiap malam Minggu pasti sibuk masing-masing, tapi sekarang kami selalu menyempatkan waktu untuk bersama keluarga, termasuk dengan mertua dan orang tua," jelasnya.

Rama merasa sangat bersyukur atas kehadiran Merdi dalam hidupnya. Ia percaya bahwa tanpa peran sang istri, proses pendewasaannya dan hubungannya dengan sang ayah tidak akan sebaik sekarang.