PORTALBANTEN - Sanggupkah aku hidup bersama denganmu.
Mungkinkah aku hidup tanpa ada dirimu
Hanya waktu yang bisa jawab semua itu
Sampai kapan aku tak tahu...

Bagi generasi 90-an, terutama pecinta musik rock, lirik di atas pasti terasa begitu familiar. "Sanggupkah Aku" menjadi karya fenomenal Andy Liany, musisi berbakat asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau — saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Riau.

Bassis Iwan Xaverius, yang dikenal sebagai pendiri band Edane, mengenang saat pertama kali mendengar lagu ini. Dalam wawancaranya di kanal YouTube Origya Project, Iwan berseloroh, "Begitu Andy mainkan lagu 'Sanggupkah', gue langsung suka. Gue bilang, 'Wah ini lagu bahaya, lo abis putus sama siapa?'"

Menurut Iwan, kekuatan "Sanggupkah Aku" terletak pada aransemen dan liriknya yang mengena di hati siapa pun yang mendengarnya. Ia juga menambahkan bahwa di era 1990-an, proses produksi musik sangat serius dan teliti karena teknologi masih serba analog serta biaya rekaman yang mahal, sehingga lagu-lagu yang tercipta pun jadi lebih abadi.

Perjalanan Andy bermusik dimulai dari Tanjungpinang, lalu berlanjut ke Bandung saat masa remajanya. Di kota ini, ia menyelesaikan pendidikan SMP, SMA, hingga kuliah kedokteran di Universitas Pasundan. Namun, kecintaannya terhadap musik membuat Andy kerap menonton konser lokal, seperti pertunjukan Harry Roesli & DKSB, dan akhirnya memilih mengejar mimpi menjadi musisi.

Dengan tekad bulat, Andy merantau ke Jakarta, meninggalkan bangku kuliah setelah mengirim sepucuk surat izin kepada ibunya. Surat penuh emosi tersebut kemudian menginspirasi lahirnya lagu "Boleh Ma", dengan lirik:

"Mama sayang, tolong izinkan aku tetap main musik rock n’ roll
Sorry mama, aku menolak sekali saja permintaanmu."

Karier bermusiknya dimulai saat ia bergabung dengan grup Z Liar, merilis beberapa single seperti "Fitnah", "Tragedi", dan "Cacing Tanah". Ia juga sempat menjadi vokalis band Elpamas menggantikan Ecky Lamoh, meski belum sempat menghasilkan album.

Tahun 1991 menjadi titik penting lain ketika Andy merilis album single Satu Cita, dan di tahun yang sama bergabung dalam proyek Fargat 727 bersama Ronald Fristianto, Once Mekel, dan Pay (eks Slank, BIP, kini General Maya).