PORTALBANTEN – Masyarakat kecil di wilayah Banten kini mulai merasakan kembali rasa aman. Jajaran Polda Banten gencar memberantas praktik premanisme dan aksi liar debt collector yang selama ini meresahkan warga, khususnya pedagang, tukang parkir, dan pencari kerja.

Dalam beberapa pekan terakhir, Polres dan Polsek di bawah naungan Polda Banten berhasil menangkap sejumlah pelaku pemalakan, pemerasan, hingga penipuan berkedok ormas.

Salah satu penangkapan terjadi di Pasar Ciruas, Serang, di mana seorang oknum anggota ormas tertangkap tangan memalak tukang parkir sambil mengancam dengan pisau. Pelaku berinisial Dewa kini diamankan di Polsek Ciruas. Aksinya terekam CCTV dan membuat warga resah.

Sementara itu, di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, polisi berhasil menangkap lima orang debt collector yang terbukti merampas kendaraan warga. Kasus ini terungkap setelah dua korban, Rani dan Rosmini, melapor karena motor mereka dibawa paksa oleh sekelompok orang yang mengaku penagih utang.

Polisi juga mengungkap modus baru penipuan berkedok ormas yang menjerat para pencari kerja. Oknum ketua ormas MBB dan seorang pelaku lainnya, AM, menjanjikan korban bisa masuk kerja tanpa tes di perusahaan ternama. Puluhan pencari kerja tertipu, dan polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku setelah laporan warga masuk.

Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa jajarannya akan terus membersihkan aksi premanisme dalam bentuk apapun. “Saya sudah instruksikan seluruh kapolres dan kapolsek untuk tidak memberikan ruang bagi premanisme. Polisi hadir untuk memberikan rasa aman, khususnya kepada masyarakat kecil yang selama ini jadi korban,” ujarnya, Kamis (08/05).

Ia juga memastikan bahwa kepolisian akan terus mendampingi warga dalam menghadapi praktik kekerasan dan pemerasan, sekaligus menindak tegas siapa pun yang melanggar hukum.*