PORTALBANTEN - Grup musik asal Yogyakarta, Shaggydog, tumbuh sebagai salah satu band beraliran ska yang aktif sejak 1997. Aliran tersebut tercermin dalam lagu andalan Shaggydog, "Di Sayidan" yang hampir tak pernah absen dalam tiap konser mereka.
Dalam wawancara bersama pemimpin redaksi Kompas, Wisnu Nugroho, Shaggydog justru awalnya kurang familiar dengan musik ska.
"Kita bangun musik ska itu dari tahun 1996-1997, dan booming ska itu di tahun 1999. Jadi ya kalau diomongi, kita sebut itu musik aneh dan belum familiar," ujar Odyssey Sanco alias Bandizt pemain bas Shaggydog dikutip dari kanal YouTube Kompas, Selasa (28/9/2021).
"Tapi lambat laun orang tahu, setelah booming itu (lagu Di Sayidan) orang tahu semua musik ska itu," lanjutnya.
Vokalis Shaggydog, Heru Wahyono, juga tak menampik bahwa referensi musik seperti ska dan lainnya sering mereka ambil dari musisi luar Yogyakarta.
"Biasanya frekuensi itu dari Jakarta, Bandung, terus terang mereka secara referensi musik lebih jauh maju dan berbeda," ujar Heru.
"Nah mereka kalau nongkrong di Malioboro, itu sering cerita dengerin ini-itu," lanjut Heru.
Tak segan, Heru kerap meminjam CD (compact disc) yang mereka bawa untuk di-copy dan dipelajari.
"Bahkan mereka pinjamkan kaset CD buat kita copy. Dari situ kami dapat referensi dari teman-teman luar kota," tutur Heru.