PORTAL BANTEN - Swasembada pangan, khususnya beras, kini menjadi salah satu fokus utama dalam program 'Asta Cita' Pemerintahan Prabowo–Gibran. Indonesia pernah mencatatkan sejarah gemilang di sektor pangan saat era Presiden Soeharto, di mana negara ini bertransformasi dari importir beras terbesar menjadi mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Momen bersejarah ini mencapai puncaknya pada 10 November 1984, ketika Soeharto menerima penghargaan internasional di Konferensi FAO ke-23 di Roma, sebagai pengakuan atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan.

Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada beras, tetapi juga mencakup berbagai komoditas non-beras. Tak dapat dipungkiri, jejak kebijakan pertanian di era Orde Baru menjadi inspirasi bagi banyak negara, termasuk India. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, yang baru saja kembali dari kunjungan ke India.

“India banyak meniru cara Indonesia mengembangkan pertanian di masa lalu. Sistem koperasi mereka mirip dengan strategi Orde Baru yang memberi ruang besar kepada lembaga dan petani,” kata Zulkifli Hasan, Senin (23 Oktober 2023).

India, yang kini menjadi produsen beras terbesar di dunia, ternyata banyak belajar dari pengalaman Indonesia. Dalam kunjungannya, Zulkifli menemukan bahwa strategi pertanian India memiliki kesamaan dengan model Indonesia di masa lalu, yang berbasis koperasi dan didorong oleh riset pertanian, meskipun dengan penggunaan pupuk pabrik yang lebih minimal.

“India 1,4 miliar orang bisa surplus, lebih. Saya tanya Kementerian Perdagangannya, semua pakai koperasi, gak konglomerasi, seluruh pertanian koperasi. Pupuk dia gak pakai pabrik pupuk kaya kita, tapi pupuk dibuat oleh koperasi-koperasi, tapi penelitian oleh pemerintah,” ungkap Zulkifli.

Setelah reformasi, banyak kebijakan pertanian dari era Orde Baru yang tetap diadopsi untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pembangunan 45 bendungan baru menjadi langkah strategis untuk memperkuat irigasi dan ketersediaan air bagi lahan pertanian, yang merupakan fondasi penting bagi ketahanan pangan jangka panjang.

Keberhasilan swasembada beras pada masa Soeharto kini menjadi referensi penting dalam merancang kebijakan ketahanan pangan nasional. Prestasi tersebut juga menginspirasi negara lain, seperti India, yang mengadopsi elemen-elemen strategi pertanian Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Dengan kesinambungan kebijakan dari Orde Baru hingga era Jokowi dan kini Pemerintahan Prabowo–Gibran, ketahanan pangan tetap menjadi fokus utama Indonesia. Upaya memperkuat koperasi, riset pertanian, irigasi, dan kebijakan strategis diharapkan mampu membawa Indonesia kembali mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.*