PORTALBANTEN – Suasana haru menyelimuti konser kemanusiaan 'Seeking Rahma: Sound of Humanity' yang digelar di Depok, Sabtu pagi (17/5), saat penyair legendaris Taufiq Ismail dan anggota DPRD Jawa Barat H. Ricky Kurniawan, Lc. tampil membawakan puisi bertema Palestina yang menggugah nurani.
Taufiq Ismail membacakan salah satu karyanya yang paling menyentuh, berjudul "Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu?" Dengan suara bergetar dan diksi yang tajam, sang penyair menyuarakan jeritan hati atas penderitaan rakyat Palestina yang terus berlangsung.
“Palestina tak hanya luka di Timur Tengah, tapi luka kolektif kemanusiaan kita semua,” ucap Taufiq Ismail, disambut tepuk tangan dan isak haru dari ribuan penonton.
Yang membuat momen ini semakin menyentuh, puisi tersebut kemudian dibacakan ulang dalam bahasa Arab oleh Ricky Kurniawan, memberikan resonansi yang lebih luas di tengah konser yang turut dihadiri oleh musisi religi asal Mesir, Mohamed Tarek.
Ricky mengaku bahwa keterlibatannya bukan hanya bentuk dukungan pribadi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan politik sebagai wakil rakyat.
“Membacakan puisi ini dalam bahasa Arab adalah bentuk penghormatan kami terhadap bangsa Palestina dan ikhtiar untuk menyampaikan pesan kemanusiaan melintasi batas bahasa,” ujarnya usai tampil di panggung utama.
Ricky Kurniawan sendiri dikenal sebagai anggota DPRD yang konsisten menyuarakan isu Palestina dalam berbagai forum resmi dan kegiatan sosial. Ia menegaskan bahwa seni dan sastra bisa menjadi jembatan empati, sekaligus alat perjuangan yang damai namun berdampak kuat.
Konser yang menghadirkan Mohamed Tarek, musisi religi internasional asal Mesir, ini merupakan bagian dari rangkaian konser Seeking Rahma di Indonesia. Acara ini tidak hanya menampilkan lantunan nasyid dan shalawat, tapi juga menyuarakan isu-isu global seperti kemanusiaan, perdamaian, dan solidaritas terhadap Palestina.
Kehadiran Taufiq Ismail dan Ricky Kurniawan di panggung konser menambah bobot moral dan artistik, memperkuat pesan bahwa perjuangan untuk keadilan bisa diwujudkan lewat suara, bait, dan kepedulian bersama.*