PORTALBANTEN - Candi Borobudur adalah Candi Buddha yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Setiap berlangsungnya perayaan Hari Raya Waisak, Candi Borobudur selalu digunakan untuk penyelenggaraan acara tersebut, termasuk untuk Waisak 2025.
Candi ini disebut sebagai candi Buddha terbesar di dunia, dengan ketinggian sekitar 42 meter, panjang 121,66 meter, dan lebar 121,38 meter. Candi Borobudur diperkirakan sudah mulai dibangun pada 770 Masehi dan selesai pada 842 Masehi pada masa Dinasti Syailendra.
Sejak keruntuhan zaman Hindu-Buddha di Jawa, Candi Borobudur sempat tekubur dalam tanah dan abu vulkanik Gunung Merapi, serta ditumbuhi banyak tumbuhan.
Perhatian terhadap Candi Borobudur mulai dilakukan ketika pemerintahan Inggris bercokol di wilayah Hindia Belanda pada 1811-1816, tepatnya di masa Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.
Thomas Stamford Raffles dikenal sebagai orang yang memiliki minat pada sejarah, alam, dan kebudayaan nusantara. Dokumentasinya atas Jawa terbit dalam buku berjudul The History of Java pada 1817.
Saat kabar tentang keberadaan candi besar di Magelang itu sampai ke telinga Raffles, ia langsung memerintahkan seorang insinyur untuk mengadakan penyelidikan pada 1814. Saat itu, sebanyak 200 orang dikerahkan untuk menebangi pohon, membakari semak-semak, dan menggali tanah yang mengubur seluruh candi.
Atas upaya pembersihan candi ini, Thomas Stamford Raffles lantas dianggap sebagai penemu Candi Borobudur.
Meski begitu, pendapat lain muncul dari sejarawan Peter Carey. Melansir BBC, peneliti Pangeran Diponegoro itu menyatakan Candi Borobudur sejatinya telah diketahui oleh VOC pada abad 17.
Carl Friedrich Reimer, insinyur militer VOC asal Prussia, menemukan candi di lokasi Borobudur berada saat tengah mensurvei seluruh benteng VOC di Nusantara. Terlepas dari itu, pekerjaan pembersihan Candi Borobudur lantas dilanjutkan oleh Residen Kedu bernama Hartman.