PORTALBANTEN.NET - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kawasan Bandung Utara terasa jauh lebih dingin saat langit sedang cerah-cerahnya? Fenomena alam yang unik ini kembali terjadi di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah ini sedang mengalami fluktuasi suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari. Ada fakta tersembunyi di balik langit cerah tanpa awan ini yang perlu diwaspadai oleh warga lokal maupun wisatawan.

Ringkasan Prakiraan Cuaca Terkini:

WaktuKondisiSuhuKelembapan
15 Juli, 16:00Cerah Berawan25°C65%
15 Juli, 19:00Cerah22°C80%
15 Juli, 22:00Cerah20°C88%
16 Juli, 01:00Cerah19°C90%
16 Juli, 04:00Cerah18°C91%
16 Juli, 07:00Cerah22°C74%
16 Juli, 10:00Cerah Berawan27°C51%
16 Juli, 13:00Cerah28°C51%
16 Juli, 16:00Cerah26°C58%
16 Juli, 19:00Cerah22°C73%
16 Juli, 22:00Cerah21°C77%

Kondisi Cuaca Pagi hingga Siang

Memasuki pagi hari di Kecamatan Sukasari, matahari akan bersinar sangat terik dengan kondisi langit cerah berawan hingga cerah penuh. Pada pukul 07:00, suhu udara merangkak naik ke angka 22°C dan terus melonjak hingga mencapai puncaknya pada pukul 13:00 dengan suhu 28°C. Fakta unik yang tersembunyi di balik teriknya siang hari ini adalah penurunan drastis kelembapan udara hingga menyentuh angka 51%.

Kondisi udara yang sangat kering ini dipicu oleh minimnya tutupan awan di atas langit Kota Bandung. Radiasi matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa ada penghalang, sehingga membuat siang hari terasa menyengat meskipun suhu udara sebenarnya masih berada di bawah 30°C. Hal ini merupakan karakteristik khas wilayah pegunungan Jawa Barat saat memasuki musim kemarau.

Prakiraan Sore dan Malam Hari

Sisi tersembunyi dari cuaca cerah di Sukasari baru akan terasa ketika matahari mulai terbenam. Mulai pukul 16:00, suhu udara perlahan turun ke 26°C, dan merosot tajam menjadi 22°C pada pukul 19:00. Kelembapan udara pun melonjak drastis kembali ke angka 73% hingga 80% di malam hari.

Fakta unik berikutnya terjadi pada dini hari menjelang subuh, di mana suhu udara diprediksi akan drop hingga mencapai titik terendah di angka 18°C pada pukul 04:00 dengan kelembapan udara mencapai 91%. Fenomena ini dikenal dalam meteorologi sebagai radiational cooling atau pelepasan energi panas bumi secara maksimal ke angkasa tanpa hambatan awan, yang membuat malam hingga subuh di Bandung terasa seperti "kulkas alami".