PORTALBANTEN -- Menteri Pariwisata Kabinet Merah Putih, Widiyanti Putri Wardhani, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah munculnya isu bahwa ia meminta air galon untuk mandi saat kunjungan kerjanya di Labuan Bajo. Kabar ini memicu perdebatan di media sosial, di mana banyak warganet menganggap permintaan tersebut merepotkan.
Dalam sebuah wawancara di YouTube bersama Helmy Yahya, Widiyanti dengan tegas membantah tuduhan tersebut. "Saya tidak pernah membuat permintaan khusus untuk mandi dengan air galon. Saya lebih suka mengurus kebutuhan penginapan sendiri, termasuk pembayaran hotel," ungkapnya.
Widiyanti menjelaskan bahwa biasanya, pemesanan hotel dilakukan oleh stafnya, dan ia selalu membayar sendiri.
"Saya paling jarang merepotkan. Biasanya booking hotel dilakukan karyawan lama saya dari kantor, dan itu pun bayar sendiri," kata Widiyanti, Senin (23 Oktober).
Selain itu, ia juga menyoroti kualitas air bersih di beberapa hotel yang sering ia kunjungi.
"Kalau saya harus menginap di hotel karena ada acara pagi, saya juga sekalian mereview hotel itu, apakah ada air bersih atau tidak," tambahnya.
Widiyanti merasa bahwa isu tentang mandi dengan air galon seolah-olah mencerminkan bahwa hotel-hotel di Indonesia tidak memiliki pasokan air bersih. "Itu jelas karangan," tegasnya.
Menanggapi kritik yang muncul, Widiyanti mengaku siap menerima masukan dari publik. Namun, ia menekankan pentingnya menyampaikan informasi yang akurat.
"Saya harus luruskan, tidak ada saya harus mandi air galon. Itu hanya cerita yang dibuat-buat. Selama kritikan bukan soal kinerja saya, saya rasa tidak perlu dipermasalahkan," pungkasnya.*