PORTALBANTEN -- Keberagaman bukan sekadar jargon di Pemerintah Kota Bogor. Ia hidup dan bekerja melalui sosok-sosok aparatur yang menjadikan pluralisme sebagai kekuatan dalam pengabdian. Salah satunya adalah Alma Wiranta, Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, figur birokrat yang dinilai berhasil menyatukan profesionalisme, integritas, dan kepedulian sosial lintas budaya.
Pandangan ini disampaikan oleh tokoh masyarakat yang akrab disapa Abah Tataros, yang sejak lama mengikuti perjalanan pengabdian Alma Wiranta di Kota Bogor. Menurutnya, Pemkot Bogor patut bersyukur memiliki pejabat dengan latar belakang kultural yang kaya, namun tetap membumi dan menyatu dengan masyarakat.
Alma Wiranta merupakan putra kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan akar kultural Dayak Banjar yang kuat, sekaligus memiliki garis keturunan Sunda. Kombinasi latar belakang ini tercermin dalam gaya kepemimpinannya yang inklusif, komunikatif, dan mampu merangkul berbagai kalangan.
“Tiga kali masa tugasnya diperpanjang di Pemkot Bogor bukan tanpa alasan. Itu bukti kepercayaan institusi terhadap kinerja dan integritas beliau,” ungkap Abah Tataros, Senin (15/12/2025).
Di luar tugas formalnya sebagai pejabat struktural, Alma dikenal luas oleh warga, khususnya di lingkungan Rusunawa Menteng. Kepeduliannya terhadap kegiatan sosial, terutama bagi anak yatim dan kelompok rentan, menjadi sisi lain dari pengabdiannya yang jarang terekspos.
Menurut Abah Tataros, Alma bukan tipe pejabat yang menjaga jarak. “Beliau hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di balik meja birokrasi,” ujarnya.
Secara struktural, Alma Wiranta saat ini juga mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Kota Bogor periode 2024–2027. Bahkan, ia dipercaya sebagai Ketua Forum Kepala Bagian Hukum se-Jawa Barat—sebuah posisi strategis yang mengharumkan nama Kota Bogor di tingkat provinsi.
Dalam bidang regulasi, kontribusinya terbilang monumental. Tercatat, sekitar 7.893 produk hukum daerah telah diterbitkan di bawah koordinasinya. Tidak hanya itu, ia juga berperan dalam penyelamatan potensi kerugian daerah yang mencapai Rp1,8 triliun, sebuah capaian yang menunjukkan ketegasan dan kecermatan dalam pengawasan kebijakan.
Dari sisi akademik, Alma Wiranta memiliki latar belakang Sarjana Ilmu Hukum dari Universitas Lambung Mangkurat, serta pendidikan Jaksa Ahli Arsitektur Bidang Hukum dan Regulasi Pemerintahan. Ia melanjutkan studi Magister Ilmu Pertahanan di Universitas Pertahanan dengan fokus Strategi Perang Semesta dan Asimetris, dan saat ini tengah menempuh program doktoral dengan konsentrasi Keamanan Nasional.