PORTAL BANTEN - Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa bergabungnya Israel dalam forum Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mengubah prinsip politik luar negeri Indonesia.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas desakan sejumlah pihak agar Indonesia keluar dari forum tersebut untuk menghindari potensi normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel yang resmi bergabung pada 11 Februari 2026.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyatakan kehadiran Indonesia di BoP dilandasi mandat kemanusiaan dan upaya stabilisasi kawasan, bukan bentuk legitimasi terhadap kebijakan pemerintah Israel di wilayah pendudukan.
"Kehadiran Indonesia di Board of Peace didasarkan pada mandat untuk mendorong stabilisasi, perlindungan warga sipil di Gaza, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta rekonstruksi sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025)," kata Yvonne Mewengkang, Rabu (11/02/2026).
Yvonne Mewengkang menambahkan bahwa melalui forum ini, Indonesia akan lebih aktif mendorong keterlibatan otoritas Palestina dalam proses perdamaian yang saat ini masih didominasi oleh pihak-pihak tertentu di Washington.
"Indonesia akan aktif mendorong keterlibatan otoritas Palestina dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan rakyat Palestina, menghormati hak-hak dasar mereka, serta mengarah pada solusi dua negara," kata Yvonne Mewengkang, Rabu (11/02/2026).
Juru Bicara Kemlu lainnya, Nabil Mulachela, memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia murni untuk kepentingan kemanusiaan dan menghentikan kekerasan yang terus terjadi di wilayah Gaza.
"Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut sama sekali bukan bentuk normalisasi hubungan politik maupun legitimasi kebijakan Israel. Keterlibatan ini murni didorong oleh kepentingan kemanusiaan dan upaya menghentikan kekerasan di Gaza," kata Nabil Mulachela, Rabu (11/02/2026).
Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai langkah pemerintah sudah tepat dan tetap berada dalam koridor diplomasi yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina sejak lama.