PORTAL BANTEN - Indonesia berduka. Mantan Jaksa Agung dan Hakim Agung, Abdul Rahman Saleh, telah berpulang di usia 84 tahun. Kabar duka ini datang dari Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta, pada Jumat (4/7/2025). Sosok yang akrab disapa Arman ini dikenal luas karena integritas dan kesederhanaannya.

Hingga sore hari, jenazahnya masih berada di rumah sakit, sementara sanak saudara dan kerabat mulai berdatangan ke rumah duka di Jalan Pejaten Raya, Nomor 69, Pasar Minggu, Jakarta. TM Luthfi Yazid, sahabat sekaligus Ketua Umum Dewan Pengacara dan Advokat RI (DePA-RI), mengonfirmasi kepergian Arman dan mengenangnya sebagai sosok idealis dan intelektual yang patut dicontoh.

"Bangsa Indonesia kehilangan tokoh hukum yang dikenal bersih dan berintegritas. Arman adalah orang yang berintegritas, bersih, jujur, idealis, dan intelek," kata Luthfi dalam keterangan tertulisnya.

Jejak pengabdian Abdul Rahman Saleh sangat beragam, melintasi berbagai bidang profesi. Sebelum dikenal sebagai penegak hukum, ia memulai kariernya sebagai wartawan, kemudian berkiprah sebagai advokat, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, notaris, dosen fakultas hukum, dan arbiter. Dalam dunia kenegaraan, ia pernah menjabat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menapaki puncak karier yudikatif sebagai Hakim Agung, sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kejaksaan Agung sebagai Jaksa Agung. Pengabdiannya berlanjut di kancah diplomasi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Denmark.

"Tidak banyak yang mempunyai profesi beragam seperti beliau. Sisi lain yang tak banyak diketahui publik, beliau juga seorang bintang film yang telah membintangi puluhan film," ungkap Luthfi.

Di balik rentetan jabatan prestisius tersebut, Abdul Rahman Saleh tetap hidup sederhana. Kerendahan hatinya menjadikannya teladan bagi banyak orang. Jiwa aktivis dan seniman telah melekat pada dirinya sejak menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Minatnya pada dunia literasi berakar dari masa kecilnya di Pekalongan, di mana ayahnya memiliki toko buku. "Sejak kecil beliau sudah menjadi kutu buku, banyak membaca dan menulis. Di lingkungan keluarga, beliau merupakan sosok yang harmonis, humoris, serta seorang ayah yang sangat hangat," kenang Luthfi.

Kepergian Abdul Rahman Saleh meninggalkan duka mendalam bagi dunia hukum dan bangsa Indonesia yang kehilangan salah satu putra terbaiknya.*