JAKARTA – Momen penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 memicu perbincangan publik. Penyebabnya adalah permintaan Presiden Prabowo Subianto kepada para jurnalis untuk meninggalkan ruangan. 

Klip singkat di media sosial membuat sebagian warganet mempertanyakan transparansi dan kebebasan pers. 

Jika dilihat secara utuh, permintaan itu disampaikan setelah sesi pidato terbuka berakhir. Tujuannya adalah melanjutkan diskusi teknis tertutup bersama rektor, profesor, dan akademisi nasional.

Rangkaian Acara: Dimulai Terbuka, Dilanjut Tertutup

Presiden Prabowo hadir untuk menutup KSTI 2026. Sesuai protokoler kepresidenan, acara dibuka dengan sesi terbuka untuk umum dan media. 

Di sesi ini, Presiden menyampaikan pidato resmi secara lengkap. Pidato tersebut disiarkan langsung dan bisa diakses bebas oleh awak media maupun publik.

Setelah pidato dan pemaparan strategi, Presiden masuk ke sesi dialog interaktif. Pada titik peralihan itu, beliau meminta wartawan keluar agar format berubah dari pemaparan umum menjadi diskusi internal yang lebih spesifik.

Rekaman resmi menunjukkan permintaan itu disampaikan langsung Kepala Negara. Dengan demikian, penutupan KSTI 2026 dibagi dua: open session berupa pidato kenegaraan, dan closed session berupa diskusi akademik.

Mengapa Forum Akademisi Ditutup untuk Media