PORTALBANTEN – Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta, melakukan kunjungan akademik dan pengabdian masyarakat ke sejumlah institusi pendidikan serta komunitas diaspora Indonesia di Timur Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Februari hingga 5 Maret 2026 sebagai bagian dari penelitian dalam program doktoralnya pada konsentrasi Keamanan Nasional di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Alma Wiranta bersama rombongan Unhan mendatangi beberapa lokasi penting, antara lain Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, Universitas Al-Azhar Kairo, Sekolah Indonesia Mesir, komunitas mahasiswa dan diaspora Indonesia di Mesir, serta Sekolah Indonesia Mekah di Arab Saudi.

Selain melakukan riset akademik, Alma juga memenuhi undangan sebagai narasumber untuk menyampaikan materi mengenai Wawasan Bela Negara serta hak-hak warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk aspek perlindungan hukum.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Sumarjati Arjoso, serta Guru Besar Unhan Surachman Suriaatmaja bersama rombongan akademisi. Seluruh kegiatan disebut dilakukan menggunakan anggaran mandiri sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Kunjungan ini menjadi semakin menarik karena berlangsung bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah sejak 28 Februari 2026, ketika konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran memanas.

Situasi tersebut berdampak pada aktivitas transportasi udara di kawasan tersebut. Beberapa maskapai penerbangan bahkan sempat membatalkan jadwal penerbangan karena kekhawatiran adanya serangan rudal maupun drone.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, disampaikan dukungan terhadap penelitian ilmiah dari Unhan, khususnya terkait pengamatan kondisi perbatasan Mesir dengan Palestina di Rafah Border Crossing yang menjadi pintu masuk ke wilayah Jalur Gaza.

Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai kondisi kawasan setelah konflik serta dampaknya terhadap masyarakat, termasuk warga negara Indonesia yang berada di wilayah tersebut.

Duta Besar Kuncoro juga memberikan apresiasi atas kunjungan Alma Wiranta, yang selain menjabat sebagai Kabag Hukum dan HAM di Pemerintah Kota Bogor, juga berprofesi sebagai jaksa. Dalam diskusi bersama KBRI, berbagai modus kejahatan yang berpotensi menimpa WNI di luar negeri turut dibahas, termasuk kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).