PORTALBANTEN – Penembakan tiga anggota Polri oleh oknum TNI di Way Kanan, Lampung, menjadi ujian besar bagi sinergi dua institusi penjaga keamanan negara. Insiden ini bukan hanya menimbulkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang hubungan dan koordinasi antara Polri dan TNI di lapangan.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto langsung merespons cepat dengan menegaskan bahwa kasus ini akan diusut secara tuntas.
"Kami sudah sepakat untuk melakukan investigasi menyeluruh dan menindaklanjuti segala temuan di lapangan agar kasus ini bisa diselesaikan secara adil," tegas Kapolri.
Sementara itu, Panglima TNI memastikan bahwa oknum yang terlibat sudah diamankan dan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum di tubuh TNI. Kami akan menindak tegas siapa pun yang terbukti bersalah dalam kasus ini," ujar Panglima TNI.
Kasus ini mengingatkan pada berbagai insiden sebelumnya yang melibatkan personel Polri dan TNI. Meski secara kelembagaan hubungan kedua institusi terus diperkuat, insiden di lapangan kerap terjadi, menandakan masih adanya celah dalam koordinasi dan komunikasi operasional.
Kapolri sendiri menekankan bahwa kejadian ini tidak boleh merusak soliditas dan kerja sama antara Polri dan TNI. Ia meminta seluruh anggota tetap fokus pada tugas utama, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Sinergi adalah kunci. Tidak boleh ada gesekan yang mengganggu tugas kita dalam melayani rakyat," ujarnya.
Publik kini menanti langkah konkret dari kedua institusi ini dalam menyelesaikan kasus dengan transparan dan adil. Investigasi yang terbuka dan akuntabel akan menjadi bukti bahwa baik Polri maupun TNI benar-benar berkomitmen pada supremasi hukum.