PORTALBANTEN.NET – Ancaman terhadap sungai, danau, situ, dan telaga di wilayah Bogor serta Jabodetabek ternyata bukan hanya berasal dari pencemaran, sampah, maupun kerusakan lingkungan. Kehadiran ikan alien invasif kini menjadi persoalan serius yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan air tawar.
Temuan tersebut diungkap Dr. Noer Sarifah Ainy, M.Si., lulusan Program Studi Pascasarjana Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, melalui disertasinya yang berjudul "Pemodelan dan Skala Invasivitas Spesies Ikan Alien pada Ekosistem Air Tawar di Jabodetabek".
Dalam penelitiannya, Dr. Ainy menjelaskan bahwa ikan alien merupakan spesies yang berasal dari luar habitat aslinya. Ketika masuk ke lingkungan baru, sebagian jenis ikan memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik, berkembang biak dengan cepat, hingga mendominasi perairan. Kondisi tersebut mengancam kelangsungan hidup ikan-ikan lokal yang kalah bersaing.
Beberapa spesies yang menjadi sorotan dalam penelitian tersebut antara lain ikan nila, red devil, dan ikan sapu-sapu. Ketiganya dinilai mampu bertahan hidup di perairan yang kualitas lingkungannya telah menurun akibat pencemaran maupun perubahan habitat.
"Ketika kualitas air semakin buruk dan habitat mengalami degradasi, ikan asli justru semakin tertekan. Sebaliknya, sejumlah ikan alien memiliki daya adaptasi yang tinggi sehingga populasinya berkembang lebih cepat," ujar Dr. Ainy saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Untuk membantu mendeteksi ancaman tersebut, Dr. Ainy merancang dua instrumen ilmiah. Pertama, Skor Kerentanan Habitat (SKH) yang digunakan untuk mengukur tingkat kerentanan sungai, situ, maupun danau terhadap invasi ikan asing.
Instrumen kedua adalah Skala Invasivitas Spesies, yaitu metode penilaian yang mengukur potensi suatu ikan alien menjadi invasif berdasarkan karakter biologis dan ekologinya.
Menurutnya, perpaduan kedua instrumen tersebut memungkinkan para peneliti maupun pemerintah mengidentifikasi kawasan yang memiliki risiko tinggi sebelum penyebaran ikan invasif semakin meluas. Pendekatan ini juga dapat diterapkan sebagai sistem peringatan dini dalam pengelolaan ekosistem perairan darat.
Promotor penelitian, Prof. Dr. Dra. Luthfiralda Sjahfirdi, M.Biomed., menilai riset tersebut memiliki nilai strategis karena menjawab persoalan nyata yang tengah dihadapi kawasan perkotaan.