PORTAL BANTEN - Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, kini menjadi pusat perhatian publik setelah menjabat selama hampir tiga bulan. Center For Budget Analisis (CBA) menyoroti besarnya alokasi anggaran makan dan minum untuk tahun 2026.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai nilai anggaran tersebut sangat tinggi. Ia menyampaikan bahwa total anggaran makan minum untuk jabatan Sekda mencapai angka sekitar Rp6 miliar di tengah kondisi ekonomi saat ini.
"Berdasarkan temuan CBA, anggaran tersebut tercantum dalam Biro Umum dan Administrasi Sekda Provinsi DKI Jakarta. Rinciannya meliputi belanja makan dan minum jamuan tamu Sekda sebesar Rp4.587.176.000 serta belanja makan dan minum rapat Sekda mencapai Rp1.445.000.000," ungkap Uchok, Jumat (13/2/2026).
Alokasi dana jamuan tamu yang hampir menyentuh angka Rp4,6 miliar tersebut menimbulkan perdebatan mengenai standar penyelenggaraan kegiatan pemerintahan daerah. Anggaran rapat yang melampaui Rp1,4 miliar juga memicu keraguan publik terkait aspek efisiensi.
CBA mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur belanja non-prioritas yang berkaitan dengan konsumsi birokrasi. Uchok menegaskan pentingnya transparansi dan rasionalisasi agar uang rakyat memberikan dampak langsung bagi warga.
Sorotan ini muncul bersamaan dengan tuntutan publik agar pemerintah daerah lebih sensitif terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat Jakarta. Sejumlah kalangan berharap anggaran dialihkan untuk program pelayanan publik, bantuan sosial, serta pembangunan luas.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Sekda DKI Jakarta terkait kritik yang disampaikan CBA. Polemik ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap akuntabilitas anggaran daerah.*